Capung Betina Pura-pura Mati untuk Hindari Pejantan Tak Diinginkan
2017 / Mei / 3   08:48

Capung Betina Pura-pura Mati untuk Hindari Pejantan Tak Diinginkan

Ilmuwan tak sengaja menemukan perilaku capung betina yang berpura-pura mati ketika dikejar oleh satu atau dua pejantan yang tak diinginkan.

Capung Betina Pura-pura Mati untuk Hindari Pejantan Tak DiinginkanCapung (Thinkstock)

Ketika telah berpasangan, seekor capung betina hanya ingin bertelur dan melanjutkan hidupnya.

Oleh karena itu, ketika sedang dikejar oleh satu atau dua pejantan yang tidak diinginkan, dia akan jatuh ke tanah dan pura-pura mati, ungkap Rassim Khelifa dalam jurnal Ecology.

Khelifa, seorang murid PhD di Department of Evolutionary Biology and Environmental Studies, University of Zurich, tidak sengaja menemukan perilaku capung tersebut ketika sedang mengumpulkan telur capung Aeshna juncea di pegunungan Alpen.

Tujuan awalnya adalah untuk mempelajari efek perubahan iklim pada capung dengan mengamati telur-telur tersebut ketika diletakkan pada temperatur yang berbeda-beda di laboratoriumnya.

“(Penemuan) ini merupakan hasil sampingan dari penelitianku,” ujarnya kepada LiveScience.

Khelifa berkata bahwa strategi pertama yang digunakan oleh capung betina untuk menghindari pejantan adalah dengan bertelur di area yang tertutup tanaman. Namun, mereka masih dapat diganggu oleh pejanta ketika dalam perjalanan dari dan menuju area tersebut.

Di sinilah mereka menggunakan strategi pura-pura mati.

Dari 35 betina yang diamati oleh Khelifa, sebanyak 27 jatuh ke tanah atau semak-semak untuk pura-pura mati. Namun, hanya 21 di antaranya yang berhasil mengelabuhi pejantan. Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa 71 persen memilih untuk jatuh di area semak-semak daripada lahan terbuka.

Hal ini karena seekor capung pejantan yang sedang mengudara hanya dapat mendeteksi lingkungannya dari gerakan dan warna. Dengan diam di tanah atau semak-semak, seekor betina dapat menyembunyikan dirinya dari pandangan pejantan.

Lalu, ketika sang pejantan sudah pergi, capung betina tersebut akan kembali terbang dan melanjutkan perjalanannya.

Sebaliknya, capung betina yang tetap terbang akan disergap oleh pejantan di udara.

Strategi ini, menurut Khelifa, membantu capung betina untuk menghindari konflik seksual dengan pejantan.

Dia berkata bahwa berpasangan dengan satu pejantan saja dapat membuahi semua telur yang dimiliki oleh seekor capung betina dan berpasangan dengan pejantan lain setelahnya cenderung berakhir agresif.

“Ketika seekor penjantan berkopulasi dengan betina, hal pertama yang dilakukannya adalah mengeluarkan sperma milik pejantan sebelumnya dan perilaku ini dapat merusak saluran reproduksi betina.  Oleh karena itu, berpasangan berkali-kali tidak menguntungkan bagi betina,” katanya.

(Shierine Wangsa Wibawa/Kompas.com)

KOMENTAR