2017 / April / 4   16:41

Kecoak Bisa Bertelur Tanpa Pejantan

Fakta unik tentang seks dan reproduksi kecoak terungkap. Di luar dugaan kita, ternyata kecoa betina mampu bereproduksi tanpa memerlukan kehadiran kecoak jantan.

Kecoak Bisa Bertelur Tanpa PejantanIlustrasi kecoak (Thinkstock)

Fakta unik tentang seks dan reproduksi kecoak terungkap. Di luar dugaan kita, ternyata kecoak betina mampu bereproduksi tanpa memerlukan kehadiran kecoak jantan, jika terpaksa.

Fakta itu terkuak berkat hasil penelitian ilmuwan Universitas Hokkaido di Jepang pada 15 kecoak Amerika betina (Periplaneta americana).

Selama tiga tahun, kecoak itu ditempatkan dalam satu tempat. Hasilnya seluruh kecoak betina bisa berkembang biak dan menghasilkan koloni yang keseluruhannya adalah betina.

Jenis reproduksi kecoak itu dikatakan partenogenesis. Telur yang menetas merupakan keturunan yang berkembang dari telur ibu sendiri sehingga selalu betina.

Peristiwa itu dipicu kurangnya jumlah jantan. Populasi jantan biasanya terbatas sebab kecoak jantan memiliki ketahanan hidup rendah.

Menurut riset yang dipublikasikan di jurnal Zoological Letters itu, kecoak perempuan mampu memperhitungkan kemungkinan untuk menemukan pasangan di populasi tertentu.

Percobaan dilakukan dengan cara menempatkan kecoak betina pada berbagai macam situasi yang berbeda-beda. Mereka ditempatkan dengan jantan, jantan yang sudah disterilkan, sendirian dan ditempatkan dengan betina lainnya.

Para peneliti kemudian menghitung jumlah telur yang dihasilkan dari masing-masing kondisi serta berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi kecoak betina untuk bertelur.

Peneliti menemukan, jika terus sendiri kecoak yang belum pernah kawin akan bertelur secara aseksual rata-rata setelah 13 hari.

Namun kecoak betina yang disimpan dalam satu tempat dengan kelompok kecoak betina lain akan melakukan partogenesis secara signifikan. Mereka akan bertelur rata-rata dalam 10 hari.

Sementara kecoak betina yang ditempatkan dengan kecoak jantan yang telah disteril ternyata menunda proses bertelur dibandingkan jika mereka ditempatkan dalam wadah berisi kecoak betina.

Peneliti percaya bahwa betina melakukan sinkronisasi partenogenesis untuk memaksimalkan jumlah keturunan yang bertahan hidup.

"Partogenesis dapat menjadi strategi yang berguna untuk menghasilkan sejumlah keturunan berkelamin betina dengan cepat serta segera menjajah habitat baru," tulis peneliti dalam jurnal ilmiah yang terbit 13 Maret yang lalu seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (27/3/2017).

Fakta unik lain yang ditemukan, tak seperti kecoak jantan yang gemar berkelahi jika ditempatkan dalam ruang yang sama, kecoak betina ternyata lebih suka bekerjasama.

Kecoak betina memiliki perilaku kebersamaan dan menyelaraskan siklus reproduksi yang memungkinkan memproduksi lebih banyak telur-telur kecoak. Peneliti percaya, perilaku ini merupakan contoh primitif kerjasama perempuan.

(Monika Novena/Kompas.com)

KOMENTAR