Bumi Super Ini Dinyatakan Punya Atmosfer, Bisakah Dihuni Manusia?

2017 / April / 17   18:54

Bumi Super Ini Dinyatakan Punya Atmosfer, Bisakah Dihuni Manusia?

Penelitian mengungkapkan bahwa planet ini diselubungi oleh lapisan gas tebal seperti atmosfer yang berisi air atau metana atau keduanya.

Bumi Super Ini Dinyatakan Punya Atmosfer, Bisakah Dihuni Manusia?Ilustrasi planet GJ 1132b. (Dania Berry)

Para peneliti telah mengamati GJ1132b selama dua tahun terakhir. Disebut-sebut sebagai “Bumi Super”, planet tersebut 1,4 kali lebih besar daripada bumi dan terletak sejauh 39 tahun cahaya.

Kini, penelitian mengungkapkan bahwa planet tersebut diselubungi oleh lapisan gas tebal seperti atmosfer yang berisi air atau metana atau keduanya.

Penemuan GJ1132b pertama kali diumumkan pada tahun 2015. Keberadaan planet itu lewat pengamatan di European Southern Observatory (ESO) dengan metode transit.

Terletak di bagian selatan konstelasi Vela, bintang induk planet ini jauh lebih kecil, dingin, dan redup daripada matahari.

“(Pergerakan planet) membuat bintang tampak lebih redup dan merupakan cara yang jitu untuk menemukan planet yang bergerak. Begitulah cara planet ini ditemukan,” ujar Dr Southworth yang terlibat penelitian.

Namun, molekul yang beragam pada atmosfer menyerap cahaya dengan cara yang berbeda-beda juga dan pengamatan pada perbedaan tersebut menunjukkan bahwa lapisan gas di sekitar GJ1132b bisa mengandung uap ataupun metana.

Dr Southworth mengatakan, salah satu kemungkinannya adalah planet ini merupakan ‘dunia air’ dengan atmosfer uap panas.

Jika mengandung uap air, mungkinkah manusia hidup di sana? Sayangnya tidak. Temperatur permukaan GJ113b mencapai 370 derajat celcius, terlalu panas untuk makhluk hidup.

“Sepengetahuan saya, temperatur terpanas yang dapat dihuni oleh mahluk hidup di bumi hanya 120 derajat celcius. Temperatur itu jauh lebih dingin daripada planet ini (GJ1132b),” kata Dr John Southworth, peneliti dari Keele University yang memimpin studi tersebut seperti dikutip BBC, Jumat (5/4/2017).

Walaupun para peneliti tidak yakin bahwa ada mahluk hidup yang mampu bertahan di planet ini, tetapi penemuan atmosfer pada GJ1132b mendorong mereka untuk berburu mahluk hidup di luar angkasa.

(Shierine Wangsa Wibawa/Kompas.com)

KOMENTAR