3 Kebiasaan yang Dianggap Aneh Ini Cerminkan Otak yang Pintar

2017 / April / 6   13:00

3 Kebiasaan yang Dianggap Aneh Ini Cerminkan Otak yang Pintar

Bisa jadi orang yang selalu terlihat suka bermalas-malasan, tak suka berteman, dan sering melontarkan becandaan ofensif, ternyata memiliki kecerdasan tinggi.

3 Kebiasaan yang Dianggap Aneh Ini Cerminkan Otak yang PintarIlustrasi (quantumleapalchemy.com)

Tidak semua fakta dan kenyataan di dunia ini yang terungkap dengan gamblang, tak terkecuali mengidentifikasikan nilai kecerdasan seseorang.

Sebab, bisa jadi orang yang selalu terlihat seperti suka bermalas-malasan, tidak suka berteman, dan sering melontarkan becandaan ofensif, ternyata memiliki tingkat kepintaran yang cemerlang.

Tidak percaya? Ini tiga bukti ilmiah mengenai sinyal-sinyal aneh yang mengekspresikan kecerdasan yang tinggi. Berikut uraiannya:

Senang menyendiri

Periset dari LSE dan Singapore Management University menganalisis data dari 15.000 sampel tes IQ responden berusia 18 hingga 28 tahun.

Mereka menemukan, kebanyakan responden yang tinggal di permukiman padat dengan hasil IQ rendah dan tinggi ditemukan tidak bahagia.

Menariknya, hasil riset juga memperlihatkan bahwa mereka yang memiliki kecerdasan cemerlang dan memiliki banyak teman mengaku tidak bahagia.

Periset pun menyimpulkan bahwa keramaian memberikan efek buruk pada orang-orang dengan IQ tinggi. Jadi, kebanyakan orang-orang yang cerdas lebih suka dalam kesendirian.

Malas bergerak

Anda berpikir, mereka yang hobi menonton televisi sepanjang hari, membaca buku selama berjam-jam, dan malam beraktivitas di luar rumah sebagai sosok yang pemalas.

Namun, hasil studi dari Florida Gulf Coast University yang memberikan uji kognitif pada puluhan responden, menemukan, mereka yang malas bergerak justru memiliki IQ tinggi.

Hobi duduk dan tidak mau banyak bergerak, menurut studi, merupakan tanda seseorang memiliki kemampuan berpikir yang luas dan mendetil.

Suka bercanda sarkastik

Hasil penelitian dari University of Vienna memperlihatkan, mereka yang menikmati guyonan sarkastik dan ofensif memiliki kecerdasan verbal serta non verbal di atas rata-rata.

“Penelitian mendapatkan kesimpulan humor mengalami proses kognitif sama seperti komponen afektif yang baik. Variabel-variabel tersebut memengaruhi kemampuan dalam menciptakan konsep dan kecakapan eksekusi,” tulis para peneliti mengenai hasil akhir studi.

(Rakhma/Kompas.com)

KOMENTAR