Penyelamatan Diri Dramatis Seorang Perempuan dari Banjir Lumpur di Peru
2017 / Maret / 21   20:00

Penyelamatan Diri Dramatis Seorang Perempuan dari Banjir Lumpur di Peru

Video berdurasi singkat ini menampilkan penyelamatan diri yang dramatis seorang perempuan dari banjir lumpur di Peru.

Penyelamatan Diri Dramatis Seorang Perempuan dari Banjir Lumpur di PeruSetelah berjuang menyelamatkan diri dari banjir lumpur, Evangelina Chamorro Díaz berhasil muncul ke permukaan hanya dengan beberapa luka ringan. (Christian Jesus Hidalgo Medina via National Geographic)

Dii tengah banjir lumpur dan puing-puing yang berputar-putar mengikuti pusaran air, Evangelina Chamorro Díaz  berhasil muncul ke permukaan hanya dengan beberapa luka ringan.

Cuplikan video dramatis yang direkam oleh penduduk setempat, Christian Jesus Hidalgo Medina itu menampilkan penyelamatan diri luar biasa dari Díaz.

Saat itu, Medina sedang merekam banjir berlumpur yang mengalir melalui Punta Hermosa di dekat Lima, Ibu Kota Peru. Tiba-tiba, Díaz muncul secara mengejutkan entah dari mana.

Awalnya, video itu menampilkan sapi yang berjuang mengangkat kaki-kakinya dan bergerak keluar dari lumpur lengket menuju tempat aman (sapi itu akhirnya selamat).

Kemudian, tayangan beralih ke papan-papan kayu dan peti kemas yang hanyut terseret air bah. Peti kemas, yang dapat menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi jalannya, secara tidak langsung menyelamatkan nyawa Díaz.

Saat peti kemas itu tersangkut di bawah jembatan, arus dan pusaran air melambat, sehingga memberi kesempatan bagi Díaz untuk meraih papan besar dan menarik dirinya ke permukaan.

“Dia tampak sedikit terguncang, tetapi kondisinya baik-baik saja  dan akan pulih karena ia benar-benar pejuang dan syukurlah tidak ada luka serius,” kata Menteri Kesehatan Peru, Patricia Garcia kepada Guardian.

Díaz mengungkapkan kepada RPP radio Peru, saat peristiwa terjadi, ia dan suaminya sedang memberi makan babi-babi peliharaan mereka ketika tiba-tiba terseret tanah longsor. Dalam upaya menyelamatkan diri, keduanya memanjat pohon, namun kembali terhempas ke lumpur dan saling terpisah ketika pohon itu akhirnya tumbang.

Díaz dan keluarganya sangat beruntung karena bisa selamat. Menurut laporan  Associated Press, bencana itu telah menewaskan 62 orang dan menghancurkan 12.000 rumah. Banyak jalan dan jembatan yang rusak parah, membuat proses evakuasi semakin sulit dilakukan. Tim tanggap darurat setempat harus menggunakan helikopter untuk menyelamatkan korban selamat di lokasi yang aksesnya terblokir.

Lima, yang cenderung merupakan kota padang pasir, tak biasanya menerima curah hujan sebesar saat ini. Selain Lima, banyak pula kota-kota lain di Peru yang mengalami peningkatan curah hujan. Perubahan pola cuaca tersebut disebabkan oleh pola cuaca El Niño. Pemerintah Peru memperkirakan banjir akan berlanjut hingga dua minggu.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Sarah Gibbens/National Geographic)

KOMENTAR