Stephen Hawking Pastikan Akan Pergi Ke Luar Angkasa
2017 / Maret / 22   19:10

Stephen Hawking Pastikan Akan Pergi Ke Luar Angkasa

Hawking akan menjadi orang pertama dengan penyakit langka Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang pergi ke luar angkasa.

Stephen Hawking Pastikan Akan Pergi Ke Luar AngkasaHawking di luar KTH Royal Institute of Technology di Stockholm, Senin (24/8) (Action Press/Rex)

Fisikawan Stephen Hawking memastikan jika ia akan melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara Good Morning Britain pada Senin, (20/3/2017). Hawking akan menjadi salah satu penumpang pesawat luar angkasa, Virgin Galactic yang merupakan milik dari pengusaha Sir Richard Branson.

Hawking sebenarnya tidak berharap bisa pergi dan memiliki pengalaman di luar angkasa. Namun nyatanya ia justru mendapat tawaran langsung dari Richard Branson.

"Ketiga anakku telah memberikan kebahagiaan. Dan aku bisa katakan apa lagi tentang membuatku bahagia, pergi keluar angkasa," katanya seperti dikutip dari Science Alert, Senin, (20/3/2017).

"Aku kira tidak akan ada yang mengajakku tapi Richard Branson telah menawarkanku sebuah kursi di Virgin Galactic dan aku menjawab ya dengan segera," cerita Hawking.

Kepastian tanggal keberangkatan hingga kini memang belum diumumkan. Namun Virgin Galactic berharap bisa membawa penumpang ke luar angkasa dalam misi komersial di waktu dekat.

Pada usia 75 tahun, Hawking bukanlah astronot tertua yang akan berangkat ke luar angkasa. Namun ia akan menjadi orang pertama dengan penyakit langka yang pergi ke luar angkasa.

Hawking menderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), penyakit yang menggerogoti saraf motorik.

Perjalanan Hawking ke luar angkasa ini sekaligus akan memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mempelajari bagaimana orang dengan ALS hidup di lingkungan tanpa gravitasi.

Dalam kesempatan yang sama, Hawking juga mengungkapkan pentingnya menyatukan kekuatan untuk eksplorasi luar angkasa, terutama dalam hal menyatukan pemerintah dari seluurh dunia serta menginspirasi generasi mendatang.

(Monika Novena/Science Alert)

KOMENTAR