Setelah 45 Tahun Apollo, Misi ke Bulan Direncanakan Kembali

2017 / Maret / 3   19:33

Setelah 45 Tahun Apollo, Misi ke Bulan Direncanakan Kembali

Misi kali ini beranggotakan orang awam yang ingin berwisata, bukan astronot profesional yang hendak melakukan penelitian.

Setelah 45 Tahun Apollo, Misi ke Bulan Direncanakan KembaliBulan purnama dilihat dari Stasiun Antariksa Internasional (ISS) (NASA/Jeff Williams)

Manusia kembali akan menjajal melakukan misi ke bulan dengan pelaksana, misi, dan tim yang berbeda dengan misi Apollo yang berakhir tahun 1972.

Bila misi Apollo dilakukan oleh pemerintah, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), maka misi kali ini akan dilakukan oleh perusahaan penerbangan antariksa swasta, SpaceX.

Selain itu, misi kali ini juga beranggotakan orang awam yang ingin berwisata, bukan astronot profesional yang hendak melakukan penelitian.

Rencananya, misi ke bulan akan dilakukan SpaceX pada tahun 2018. Perjalanan akan memakan waktu seminggu dengan total jarak sekitar 640.000 kilometer.

Manusia yang ikut paket wisata ini akan diajak menikmati pemandangan angkasa yang gelap dan panorama bulan dari ketinggian rendah. Tidak ada acara mendarat di bulan seperti Neil Armstrong.

Elon Musk, pendiri Space X, seperti diberitakan The Guardian pada Selasa (28/2/2017) mengatakan, misi ke bulan pertama SpaceX itu akan diikuti oleh dua orang.

Musk enggan menyebut nama dua orang peserta itu. Namun, ia menegaskan bahwa keduanya telah membayar biayanya dan sangat serius dengan misi. Keduanya akan menerima pelatihan sebelum terbang.

"Mereka yang bergabung sadar penuh dan memahami ada risiko. Kami berusaha sebaik mungkin untuk meminimalkan risikonya," ungkap Musk.

Penerbangan ke bulan akan ditempuh dengan pesawat CrewDragon. Pesawat itu akan diantarkan ke antariksa dengan roket Falcon 9.

Musk enggan merinci biaya misi ke bulan itu tetapi mengatakan bahwa biayanya bisa dibandingkan dengan mengirim astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

NASA saat ini menyewa pesawat antariksa Rusia, Soyuz, untuk mengirimkan astronot ke ISS. Biaya per penerbangan adalah 70 juta dolar AS.

Meski tahun 2018 tinggal setahun lagi, namun ada kecenderungan misi ke bulan itu mundur. Tahun 2014, Musk mengatakan pihaknya siap mengantarkan manusia ke antariksa. Nyatanya, sampai kini belum terjadi.

Musk juga menyatakan, tahun 2021 pihaknya bisa melakukan misi ke Musk. Diperkirakan target itu baru akan tercapai 2024. Bagaimana pun, penerbangan antariksa bagi awam mungkin bisa disaksikan dalam masa hidup Anda.

(Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com)

KOMENTAR