2017 / Maret / 31   16:39

Manusia Neanderthal Ternyata Gunakan Obat Anti Nyeri dan Antibiotik Alami

Temuan ini menunjukkan bahwa kaum Neanderthal memiliki pengetahuan yang baik tentang sifat tanaman obat dan mampu mengobati diri sendiri.

Manusia Neanderthal Ternyata Gunakan Obat Anti Nyeri dan Antibiotik AlamiInilah interpretasi seniman dalam menggambarkan sebuah keluarga Neanderthal. (Foto: Randii Oliver, Wikimedia Commons)

Neanderthal, manusia purba yang konon paling dekat kekerabatannya dengan manusia modern, ternyata telah mampu membuat obat anti nyeri nabati dan antibiotik untuk mengobati rasa nyeri dan penyakit.

Kemampuan tersebut terungkap berkat penelitian tim ilmuwan dari University Adelaide yang dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Dalam studi tersebut, ilmuwan menganalisis DNA kuno yang ditemukan pada plak gigi Neanderthal untuk mempelajari lebih lanjut tentang gaya hidup, perilaku dan makanannya.

Mereka membandingkan sampel dari empat Neanderthal yang ditemukan di situs Spy Cave di Belgia dan El Sidron di Spanyol.

Plak yang terbentuk pada gigi Neanderthal ditemukan mengandung partikel-partikel makanan serta mikroba-mikroba dari mulut, saluran pernafasan dan saluran pencernaan.

Penelitian sampel menunjukkan bahwa tulang rahang bawah remaja laki-laki Neanderthal dari situs Spanyol memiliki abses gigi yang menyakitkan. Sementara itu, plak pada giginya menunjukkan  ia memiliki parasit usus yang menyebabkan diare.

Salah satu penulis studi, Alan Cooper dari University of Adelaide mengatakan bahwa manusia purba tersebut jelas sakit, tetapi ia mendapatkan pengobatan.

“Dia makan tumbuhan poplar, yang mengandung obat anti nyeri asam salisilat (salicylic acid), bahan aktif aspirin,” kata Cooper.

Selain menemukan sisa-sisa tumbuhan poplar, para ilmuwan juga mendeteksi jamur antibiotik alami.

Temuan ini menunjukkan kaum Neanderthal memiliki pengetahuan yang baik tentang sifat tanaman obat dan mampu mengobati diri sendiri.

Profesor Cooper mengatakan bahwa penemuan ini sangat kontras dengan pandangan sebagian besar orang yang berpendapat bahwa kerabat kuno kita sederhana dan tidak cerdas.

“Mereka telah menggunakan obat anti nyeri dan antibiotik alami lebih dari 40.000 tahun sebelum kita mengembangkan penisilin,” ujarnya.

Penulis studi lainnya, Laura Weyrich yang juga berasal dari University of Adelaide mengatakan bahwa studi ini memberi kita pandangan sekilas tentang apa yang ada di “lemari obat” kaum Neanderthal.

“Saya sangat yakin bahwa penelitian kami menunjukkan Neanderthal merupakan makhluk yang sangat cakap, cerdas dan bersahabat. Kita benar-benar perlu untuk menulis ulang buku sejarah tentang perilaku mereka yang diangap seperti manusia gua. Mereka berperilaku sangat mirip dengan manusia modern,” pungkasnya.

(Lutfi Fauziah. Sumber: www.smh.com.au)

KOMENTAR