Main Tetris Bisa Cegah Trauma Akibat Kecelakaan
2017 / Maret / 31   11:47

Main Tetris Bisa Cegah Trauma Akibat Kecelakaan

Lebih dari sekedar pengisi waktu luang, memainkan game klasik Tetris, ternyata bisa menjadi semacam terapi untuk mencegah gejala gangguan stres pasca trauma.

Main Tetris Bisa Cegah Trauma Akibat KecelakaanIlustrasi tetris. (Thinkstock)

Lebih dari sekedar pengisi waktu luang, memainkan game klasik Tetris, ternyata bisa menjadi semacam terapi untuk mencegah gejala gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Menurut studi terbaru yang dilakukan pada korban kecelakaan kendaraan, terapi game Tetris itu cukup membantu bila dilakukan beberapa jam pasca-kejadian. Studi itu dilakukan pada para korban yang sedang menunggu pengobatan di rumah sakit dan bagian gawat darurat.

Mereka meminta separuh pasien untuk secara singkat mengingat kejadian itu dan kemudian bermain tetris di mana mereka mengatur balok-balok berbagai warna dan ukuran yang berjatuhan selama 20 menit.

Kelompok lain diberi aktivitas tertulis untuk diselesaikan. Dalam kedua kelompok itu, tugas-tugas tersebut diberikan dalam enam jam setelah kecelakaan.

Peneliti dari Karolinska Institute di Swedia dan University of Oxford itu menemukan bahwa pasien-pasien yang main tetris dilaporkan mengalami memori mengganggu lebih sedikit, yang lazim disebut sebagai flashback (kilas balik) seminggu sesudahnya.

"Kami ingin memberi tugas yang melekat pada memori visual. Dengan tetris, warna, bentuk, dan gerakannya sangat mudah diserap ingatan," kata Emily Holmes, seorang psikolog dan profesor di Karolinska Institute.

Game lain sudah dicoba namun tidak memberi hasil yang diharapkan. Sementara pada peserta penelitian yang memainkan tetris, mereka mengaku saat bermain game itu pikiran atau ingatan mereka seolah diblok.

Holmes mengatakan hal ini dapat terjadi "dengan mengganggu sebuah proses yang dikenal sebagai konsolidasi memori".

Memori mengganggu adalah satu dari gejala utama PSTD. Gangguan kecemasan seperti itu terjadi pada satu dari empat orang yang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor.

PTSD pun dapat terjadi karena serangan brutal, peperangan atau menyaksikan kejadian mengerikan seperti kematian, serangan teroris atau bencana alam. Tetapi, masih belum jelas mengapa beberapa orang mengalaminya sedangkan orang lain tidak.

"Satu minggu setelah trauma menjadi penting bagi pasien kami yang sudah pulang ke rumah, memulihkan diri dan menjaga diri sendiri. Ini dapat menjadi sulit ketika mereka mengalami memori mengganggu itu selama beberapa kali sehari," kata peneliti Oxford Lali Iyadurai.

Peneliti mengatakan langkah selanjutnya akan melaksanakan studi serupa pada kelompok pasien lebih besar untuk meneliti berapa lama manfaat intervensi seperti ini akan berlangsung dan apakah game seperti Tetris dapat membantu orang yang sudah mengalami PTSD.

Tetris adalah game yang diciptakan desainer dari Rusia, Alexey Pajitnov pada 1984.

(Dhorothea/Kompas.com)

KOMENTAR