Ketahui Batas Aman Menggunakan Earphone
2017 / Maret / 6   18:31

Ketahui Batas Aman Menggunakan Earphone

Kebiasaan menggunakan earphone dengan volume tinggi bisa merusak pendengaran. Bahkan, bisa sampai menyebabkan ketulian permanen.

Ketahui Batas Aman Menggunakan EarphoneKetika sering ditempa suara keras melalui earphone, bisa terjadi kerusakan saraf atau gangguan sensorineural pada rumah siput yang tidak bisa diperbaiki alias permanen. (Thinkstock)

Earphone bagai perangkat yang sulit dipisahkan ketika ingin mendengar musik atau suara lainnya di smartphone.

Di tempat-tempat umum, sering kali ditemui orang menggunakan earphone agar suara bising tak menganggu orang di sekitarnya. Atau sebaliknya, earphone sengaja dipakai agar tidak mendengar suara bising dari luar.

Bahkan saking kencang suaranya bisa sampai membuat orang di sebebelahnya ikut mendengar. Apapun alasannya, jangan sampai mengabaikan kesehatan pendengaran.

Ketua Komite Nasional Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) dr Damayanti Soetjipto, SpTHT-KL(K) mengungkapkan, kebiasaan pakai earphone dengan volume tinggi bisa merusak pendengaran. Bahkan, bisa sampai menyebabkan ketulian permanen.

"Kalau terlalu keras terus-menerus, itu telinga kayak digedor gedor sampai capek. Ada sel-sel rambut di situ (telinga), botak, jadi enggak bisa dengar," terang Damayanti.

Nah, bagaimana caranya agar pakai earphone aman bagi indra pendengaran?

"Kuncinya 60, 60. Jadi volume maksimal 60 persen dan hanya boleh 60 menit," jelas Damayanti.

Damayanti menuturkan, smartphone saat ini pun umumnya akan memberi peringatan risiko gangguan pendengara ketika volume suara terlalu tinggi. Bisa juga menggunakan earphone yang memiliki kemampuan meredam bising.

Selain itu,  hindari kebiasaan dengar musik pakai earphone sampai ketiduran. Telinga juga perlu istirahat dari suara bising.

Damayanti mengingatkan, batas aman tingkat kebisingan adalah 80 desibel. Untuk mengukur tingkat kebisingan, bisa pakai smartphone dengan mengunduh aplikasi gratis seperti Sound Meter atau Noise Meter. 

(Dian Maharani/Kompas Health)

KOMENTAR