5 Tempat Seru yang Harus Dikunjungi di Kebun Raya Bogor

2017 / April / 28   18:00

200 Tahun Kebun Raya

5 Tempat Seru yang Harus Dikunjungi di Kebun Raya Bogor

Dengan luas 87 hektare, selain memiliki 13.000 koleksi tanaman, Kebun Raya Bogor punya tempat-tempat yang menjadi tujuan favorit para pengunjung.

5 Tempat Seru yang Harus Dikunjungi di Kebun Raya BogorSeekor semut berukuran tak lebih dari satu sentimeter menghisap sari dari Dendrobium secundum. Kebun Raya Bogor memiliki koleksi anggrek yang sangat kaya. (Yunaidi/ National Geographic Indonesia)

Dengan luas 87 hektare, Kebun Raya Bogor memiliki tempat-tempat yang bernilai sejarah untuk menjadi tujuan para wisatawan saat berlibur, sembari menambah pengetahuan mengenai berbagai jenis tanaman dan sejarah.

Berikut 5 lokasi menarik di Kebun Raya Bogor:

1. Griya Anggrek Kebun Raya Bogor

Griya Anggrek diresmikan oleh Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri pada 25 Mei 2002. Griya ini dibangun untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap angrek alam.

Selain dikhususkan untuk tempat display berbagai anggrek-anggrek spesies dan anggrek hybrid yang sedang berbunga, Kebun Raya Bogor juga menjual bibit jenis anggrek spesies botolan dan non-anggrek dari hasil laboratorium.

Anda penyuka anggrek? Silakan mampir ke Garden Shop yang ada di kebun Raya.

2. Museum Zoologi

Burunga kasuari yang diawetkan ...Burunga kasuari yang diawetkan ini merupakan salah satu koleksi Museum Zoologi. Selain beragam jenis burung, terdapa pula beragam jenis mamalia, ikan, reptil dan amfibi, moluska, serangga, dan invertebrata lainnya. (Yunaidi/ National Geographic Indonesia)

Museum Zoologi dibangun oleh J.C. Koningsberger, ahli botani berkembangsaan Jerman yang juga merupakan perintis dari Kebun Raya Bogor. Museum yang terletak di area belakang  Laboratorium Treub ini memiliki berbagai koleksi flora dan fauna yang diawetkan. Salah satu koleksi fauna yang dimiliki Museum Zoologi adalah kerangka paus biru yang merupakan mamalia terbesar di dunia.

3.Kolam Gunting

Para pengunjung mengambil foto ...Para pengunjung mengambil foto dengan latar belakang kolam Gunting, Kebun Raya Bogor. (Rahmad Azhar/National Geographic Indonesia)

Kolam Gunting merupakan lokasi yang sangat mudah diakses oleh pengunjung. Kolam ini terletak di Jalan Kenari 1 yang memiliki area parkir kendaraan roda empat. Pengunjung dapat duduk santai dengan dikelilingi oleh pepohonan yang rindang sambil melihat aktivitas burung pemangsa ikan dan menikmati pemandangan Istana Bogor.

4. Tugu Reinwardt

Tugu Prof Casper Georg Carl ...Tugu Prof Casper Georg Carl Reinwardt. Reinwardt merupakan direktur pertama Kebun Raya Bogor dari tahun 1817-1822. Waktu itu KRB telah memiliki koleksi tumbuhan sejumlah 900 buah. (Rahmad Azhar/National Geographic Indonesia)

Tugu pendiri Kebun Raya Bogor, Caspar Georg Karl Reinwardt ini berada di sisi timur Danau Gunting, tepat dibelakang Pelataran Istana Bogor. Tugu ini diresmikan oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia Joachim Broudre-Groger pada 2006 untuk mengenang dan sebagai bentuk penghargaan kepada Reindwardt.

5. Makam Belanda

Pekuburan tua Belanda yang ...Pekuburan tua Belanda yang berada di sebelah koleksi tanaman bambu. Terdapat 42 jasad yang dimakamkan di kuburan Belanda termasuk Prof. Dr. A.A.J.G.H. Kostermas yang meninggal pada tahun 1994. Selama lebih dari lima puluh tahun Kostermans mendedikasikan dirinya untuk mempelajari Botani di Indonesia hingga akhir hayatnya. (Rahmad Azhar/National Geographic Indonesia.)

Komplek permakaman ini merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah. Permakaman ini sudah ada sebelum Kebun Raya Bogor didirikan oleh Reinwardt. Di komplek permakaman ini, terdapat 42 makam tokoh yang telah mengabdikan dirinya di Kebun Raya Bogor, diantaranya adalah makan D.J. de ee Erens, gubernur jenderal yang menjabat pada 1836 – 1840, Ary Prins seorang ahli hukum yang pernah mejabat sebagai gubernur jendral Hinda Belanda, dan ahli biologi yang juga anggota The Netherlands Commissions for Natural Sciences, Heinrich Kuhl  dan J.C. Van Hasselt.

(Nadya Adriane Pattiasina. Sumber: PKT Kebun Raya Bogor.)

KOMENTAR