2017 / Februari / 14   20:50

Tiga Fotografer National Geographic Raih Penghargaan di Kontes World Press Photo

Fotografer National Geographic Brent Stirton, Ami Vitale dan Matthieu Paley, meraih penghargaan di kontes fotografi World Press Photo ke-60.

Tiga Fotografer National Geographic Raih Penghargaan di Kontes World Press PhotoBadak hitam ini tewas setelah diburu untuk diambil culanya sekitar delapan jam sebelum kematiannya di Hluhluwe Umfolozi Game Reserve, Afrika Selatan. Diduga, pembunuhnya berasal dari masyarakat lokal yang tinggal sekitar 5 km jauhnya, memasuki taman nasional secara ilegal, dan menembak badak di kubangan air dengan senjata api yang dilengkapi peredam. (Brent Stirton/National Geographic)

Tiga fotografer National Geographic meraih penghargaan dalam kontes fotografi World Press Photo (WPP) ke-60. Kompetisi ini merupakan ajang penghargaan terhadap karya fotografi jurnalistik dan dokumenter terbaik di dunia yang diselenggarakan setiap tahun.

Fotografer Brent Stirton, menjadi pemenang pertama dalam kategori Alam berkat karyanya saat meliput perdagangan ilegal cula badak liar di Afrika Selatan dan Timur untuk kisah National Geographic yang berjudul “Inside the Deadly Rhino Trade”. Foto-fotonya menampilkan kisah visual bagaimana badak-badak diburu dan dipotong tanduknya secara mengerikan. 

Min Min, panda raksasa berusia ...Min Min, panda raksasa berusia tujuh tahun, melahirkan anak berkelamin betina di Bifengxia Giant Panda Breeding and Research Center di Provinsi Sichuan, China. (Ami Vitale/National Geographic)

Tempat kedua dalam kategori Alam diduduki oleh fotografer Ami Vitale untuk foto-foto karyanya yang diambil di tempat konservasi panda di Cina. Karya Vitale yang ditampilkan dalam kisah berjudul “Pandas Get to Know Their Wild Side” itu mendokumentasikan panda yang populasinya menurun drastis di alam liar, diasuh dan dibesarkan oleh manusia (dalam kostum panda), dan pada akhirnya para panda tersebut dapat mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup di alam liar.

Seorang perempuan Uyghur ...Seorang perempuan Uyghur menyimpan uang di dalam stocking-nya, merupakan praktik yang umum terlihat. Para perempuan Uyghur, yang merupakan Muslim, biasanya tidak mengenakan busana konservatif selayaknya para perempuan muslim di negara-negara tetangga. Di kereta yang melaju dari Kashgar ini, Anda dapat melihat sisi lain Cina yang tak banyak diketahui orang. Sebagian besar penumpang adalah kaum Uyghur, penduduk minoritas Cina yang kebanyakan tinggal di bagian barat. (Matthieu Paley/National Geographic)

Matthieu Paley dianugerahi sebagai pemenang ketiga dalam kategori Kehidupan sehari-hari untuk fotonya yang menggambarkan penumpang salah satu kereta dengan rute terpanjang di dunia, dari Hongkong ke Xinjiang di Cina. Paley menangkap keliaran lanskap Cina dan kelompok penumpang yang sangat beragam. Karya-karya ditampilkan dalam kisah National Geographic yang berjudul  "Travel 3,000 Miles Through China’s Wondrous Wild".

Ada delapan kategori dalam kompetisi ini, termasuk isu-isu kontemporer, berita umum, dan olahraga. Juri tahun ini memilih 45 pemenang di antara 5.034 forografer, yang telah mendaftarkan lebih dari 80.000 foto secara kolektif. Pemenang tahun 2017 mewakili 25 negara berbeda.

Karya-karya foto yang menjadi pemenang akan dipamerkan keliling dunia. Tahun ini, pameran tersebut akan dihelat di 45 negara. 

(Lutfi Fauziah. Sumber: Sarah Gibbens/National Geographic)

KOMENTAR