Perubahan Iklim Bisa Berdampak Pada Pasokan Pangan Dunia
2017 / Februari / 17   14:00

Perubahan Iklim Bisa Berdampak Pada Pasokan Pangan Dunia

Perubahan biologis dan fisik yang terjadi di Bumi karena perubahan iklim akan mengubah produksi pangan dan berdampak pada kesehatan manusia.

Perubahan Iklim Bisa Berdampak Pada Pasokan Pangan DuniaIlustrasi hasil pertanian. (Thinkstock)

Apa yang terbesit dalam pikiran Anda ketika mendengar frasa “perubahan iklim”?

Suhu planet yang kian memanas? Kenaikan permukaan laut? Musim kemarau berkepanjangan? Lebih dari itu, perubahan iklim ternyata mempengaruhi aspek kehidupan manusia melampaui dugaan kita sebelumnya.

Para peneliti yang mempelajari perubahan iklim telah mengamati bagaimana perubahan biologis dan fisik yang terjadi di Bumi karena perubahan iklim akan mengubah produksi pangan dan berdampak pada kesehatan manusia. Hasil-hasil penelitian mereka disampaikan dalam Climate & Health Meeting, pertemuan yang dihadiri oleh ahli dari berbagai organisasi kesehatan masyarakat, universitas dan kelompok advokasi.

“Perubahan iklim dapat mempengaruhi  pasokan pangan dunia dalam tiga aspek, yaitu kuantitas, kualitas dan lokasi,” ujar Sam Myers, seorang doktor dan peneliti senior yang mempelajari kesehatan lingkungan di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Baca juga:

PBB: Perubahan Iklim, Kesehatan Global Terkait Erat

7 Negara Kepulauan Ini Paling Terancam Perubahan Iklim

Dari segi kuantitas, berbagai studi telah menemukan bahwa kombinasi peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer, kenaikan suhu dan perubahan pola curah hujan dapat berdampak signifikan terhadap penurunan hasil pertanian, seperti jagung, padi dan gandum, terutama di daerah-daerah tropis, yang normalnya memiliki produksi pangan tinggi.

Kenaikan suhu karena perubahan iklim juga cenderung menigkatkan hama tanaman. “Saat ini, hama bertanggung jawab atas kehilangan 25 hingga 40 persen tanaman pangan, dan jika perubahan iklim terus berlanjut, hama-hama ini akan dapat memperluas jangkauan mereka,” ujar Myers.

Kenaikan suhu global dan ...Kenaikan suhu global dan perubahan pola curah hujan membuat para petani semakin sulit bekerja, dan menyebabkan menurunnya produksi pangan. (Thinkstock)

Serangga juga kemungkinan akan berpindah ke daerah yang sebelumnya tak pernah ditemukan serangga. Akibatnya, tanaman yang tak berevolusi mengembangkan pertahanan diri terhadap serangga pun akan terdampak. Selain itu, predator pemangsa hama seperti burung, mungkin akan mengubah waktu migrasi mereka karena perubahan iklim dan berakibat pada ledakan populasi hama.

Baca juga:

Kenaikan Suhu Global Sebabkan Burung Bermigrasi Lebih Awal

Hampir Seluruh Kehidupan di Bumi Telah Terdampak Perubahan Iklim

Sementara itu, lokasi agrikultur dunia juga akan banyak berubah dan mempengaruhi pasokan pangan global. Agrikultur di wilayah-wilayah tropis merupakan yang terkena dampak paling parah dari perubahan iklim. Kenaikan suhu global dan perubahan pola curah hujan membuat para petani semakin sulit bekerja, dan menyebabkan menurunnya produksi pangan.

Sumber makanan lain, seperti ikan, akan menurun kuantitasnya. Kenaikan suhu lautan menyebabkan ikan-ikan di kawasan tropis bergerak ke arah kutub guna mencari tempat yang lebih dingin.

Penurunan produksi pangan di daerah khatulistiwa menimbulkan kekhawatiran, sebab hampir seluruh pertumbuhan populasi manusia dalam 50 tahun ke depan diprediksi akan terjadi di daerah tropis.

Baca juga:

Perubahan Iklim Penyebab Ikan Tropis Berenang ke Kutub

Perubahan Iklim Menginfeksi Kerang, Berdampak pada Kesehatan Manusia

“Meskipun daerah-daerah yang terletak di dekat kutub mengalami cuaca yang lebih hangat dan masa tanam yang lebih panjang, perubahan ini tak akan cukup untuk menggantikan produksi makanan yang hilang di kawasan tropis,” ujar Myers.

Selain dua aspek tersebut, kualitas makanan pun juga terpengaruh oleh perubahan iklim. Penelitian menunjukkan, saat tanaman pangan tertentu tumbuh dalam kondisi kadar karbon dioksida tinggi di atmosfer, tanaman-tanaman tersebut kehilangan beberapa nutrisi pentingnya.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan mencoba menanam beberapa tanaman pangan, termasuk jagung dan gandum, dalam dua kondisi: kadar karbon dioksida tinggi dan normal. Kondisi karbon dioksida tinggi itu merepresentasikan prediksi kadar karbon dioksida di Bumi dalam 50 tahun mendatang. Mereka menemukan, tanaman yang tumbuh di lingkungan yang karbon dioksidanya tinggi memiliki kadar protein, seng dan zat besi lebih rendah.

Kenaikan suhu lautan ...Kenaikan suhu lautan menyebabkan ikan-ikan di kawasan tropis bergerak ke arah kutub guna mencari tempat yang lebih dingin. Akibatnya produksi ikan untuk konsumsi di kawasan tropis pun menurun. (Thinkstock)

Penurunan nutrisi dalam tanaman pangan dapat memperburuk kekurangan gizi yang kini menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia. Kekurangan zat besi dan seng kini telah menjadi masalah kesehatan yang cukup besar saat ini. Di masa depan, lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia akan mengalami kekurangan seng, dan lebih dari satu miliar orang yang telah mengalami kekurangan seng akan menjadi lebih parah karena perubahan nutrisi pada tanaman pangan. Para peneliti menemukan dampak yang sama juga akan terjadi pada kasus kekurangan zat besi dan protein.

Baca juga:

Peta Ini Gambarkan Gerakan Migrasi Spesies Akibat Perubahan Iklim

Perubahan Iklim Membuat Bahan Makanan Lebih Beracun

"Meski demikian, diperlukan lebih banyak penelitian pada tingkat nutrisi tanaman pangan, karena para peneliti belum mengetahui mengapa tingkat karbon dioksida yang tinggi dapat menyebabkan tanaman kehilangan nutrisi," kata Myers.

Penemuan-penemuan tersebut menggambarkan bagaimana dampak-dampak perubahan iklim masih tetap mengejutkan, bahkan di kalangan ilmuwan sekalipun. "Tak sekali pun kami menduga bahwa salah satu dampak perubahan iklim dapat membuat tanaman kehilangan nutrisinya. Tidak ada yang kita lakukan untuk mengantisipasinya," pungkas Myers.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Live Science)

KOMENTAR