Moyang Buaya dan Burung Ternyata Beranak, Bukan Bertelur

2017 / Februari / 20   17:43

Moyang Buaya dan Burung Ternyata Beranak, Bukan Bertelur

Penemuan fosil reptil pemakan ikan yang hidup 245 juta tahun lalu, Dinocephalosaurus memberikan petunjuk bahwa tak semua dinosaurus bertelur.

Moyang Buaya dan Burung Ternyata Beranak, Bukan BertelurIlustrasi Dinocephalosaurus (Dinghua Yang)

Tak semua dinosaurus bertelur. Ada juga yang beranak. Penemuan fosil reptil pemakan ikan yang hidup 245 juta tahun lalu, Dinocephalosaurus, memberikan petunjuk.

Fosil hewan ini ditemukan mengandung embrio. Menganalisis ciri-ciri embrio, ilmuwan menyimpulkan, hewan dengan panjang sekitar 4 meter itu berkembang biak dengan melahirkan.

Menurut tim peneliti dari China, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, hewan yang merupakan nenek moyang burung dan buaya itu adalah vertebrata pertama kelompok Archosauromorpha yang melahirkan.

"Penemuan kami membuktikan, tak ada alasan fundamental kelompok Archosauromorpha tak bisa bereproduksi dengan melahirkan," imbuh Mike Benton, peneliti dari Universitas Bristol, Inggris, yang melakukan riset.

Fosil embrio ditemukan dalam posisi meringkuk. Ciri utama embrio yang menunjukkan bahwa Dinocephalosaurus beranak adalah tidak adanya cangkang telur di sekitar fosil embrio.

Dinocephalosaurus hidup di Laut China Selatan selama periode Triassic pertengahan atau sekitar 50 juta tahun lalu.

Kemampuannya melahirkan anak merupakan sebuah keuntungan bagi Dinocephalosaurus. Golongan hewan itu bisa tetap di habitat aslinya, lautan, saat bertelur. Tak perlu ke daratan.

"Menyenangkan bisa menjumpai kemajuan dalam memahami evolusi lewat fosil dari China ini," demikian seperti dikutip Science Alert, Kamis (16/2/2017). Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Communication minggu lalu.

(Monika Novena/Kompas.com)

KOMENTAR