Pertunjukan Kontroversial Paus Orca di SeaWorld California Berakhir
2017 / Januari / 13   02:19

Pertunjukan Kontroversial Paus Orca di SeaWorld California Berakhir

Perusahaan ini menghentikan secara bertahap pertunjukan paus pembunuh dalam menanggapi peraturan baru dan tekanan dari publik.

Pertunjukan Kontroversial Paus Orca di SeaWorld California BerakhirPertunjukan paus orca seperti pada foto yang diambil pada Maret 2014 ini tak akan dihelat kembali di SeaWorld San Diego sejak awal Januari lalu. (Mike Blake/Reuters via National Geographic)

Paus orca berputar di udara dan tampil dengan trik penuh energi demi para penonton untuk terakhir kalinya di California pada awal Januari lalu, saat SeaWorld mengadakan pertunjukan terakhir paus pembunuh di San Diego. Setelah bertahun-tahun mendapat tekanan dari para pembela satwa dan dampak dari dokumenter Blackfish, SeaWorld telah mengumumkan penutupan pertunjukan di bulan Maret.

Setelah itu, perusahaan taman San Diego akan membuat presentasi pengetahuan mengenai orca di kolam yang juga digunakan untuk menyaksikan pemandangan bawah air. "Kami memindahkan layar gerak teatrikal dan perlengkapan pertunjukan di gelanggang serta menggantinya dengan latar belakang alam yang menggambarkan dunia alami orca,” ujar juru bicara SeaWorld San Diego kepada media.

Pertunjukan orca SeaWorld telah ditonton oleh lebih dari 400 juta orang selama puluhan tahun sebelumnya. Pada tahap selanjutnya, perusahaan akan beralih dari trik yang menarik tepuk tangan penonton menjadi perjumpaan alami dengan orca dengan cara yang lebih baru dan menginspirasi dengan menekankan pada pengayaan, pelatihan, dan kesehatan orca secara keseluruhan.

Perusahaan belum menambah paus pembunuh baru apapun dari pihak luar selama bertahun-tahun, tetapi telah mengembangbiakkan mereka sampai beberapa bulan terakhir. Pemberhentian akan memakan waktu, berhubung orca dapat hidup puluhan tahun. Salah satu paus liar yang terkenal di dunia, Granny (atau J2),  dianggap mati pekan ini di usia yang diperkirakan sekitar di atas 60-an.

Dalam pengumuman penutupan pertunjukan, CEO SeaWorld, Joel Manby mengatakan, “Kami bangga atas peran kami dalam memberikan kontribusi pada pemahaman manusia atas satwa-satwa ini. Sebagaimana pemahaman masyarakat terhadap orca terus berubah, SeaWorld mengikuti perubahan tersebut.”

Penutupan pertunjukan dimeriahkan oleh aktivis hak satwa. Terlebih, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) telah meminta perusahaan untuk segera “membuka kolam mereka untuk melepaskannya ke laut”

SeaWorld berpendapat bahwa para orca tidak cakap bertahan hidup di alam liar dan tidak aman dilepaskan.

PETA juga telah menghimbau perusahaan lain untuk berhenti menggunakan orca dalam pertunjukan hiburan. Meski SeaWorld merupakan contoh yang sangat dikenal, dan ada beberapa objek wisata lain yang ada di Amerika Serikat.

Pengawasan publik yang disebut sebagai acara Shamu, berkembang setelah SeaWorld orca Tilikum yang terkenal menewaskan pelatih Dawn Brancheau pada bulan Februari 2010. Setelah itu, mantan pelatih mulai berbicara tentang stres di antara paus-paus penangkaran, intimidasi akibat dari ruangan tertutup, tuntutan jadwal, dan kondisi yang sempit dan tidak wajar yang mereka alami.

Selama tahun-tahun terakhir, pengunjung umum SeaWorld dan terutama pertunjukan paus terus menurun, protes kerap dilontarkan, dan para musisi memboikot taman.

Orca yang sebenarnya termasuk dalam keluarga lumba-lumba, berada dalam peringkat di antara predator terkuat di dunia. Mereka memangsa mamalia laut seperti anjing laut, singa laut, dan bahkan paus, menggunakan gigi yang dapat mencapai empat inci panjangnya. Mereka dikenal dapat memangsa anjing laut langsung dari es. Mereka juga makan ikan, cumi-cumi, dan burung laut.

Meskipun mereka kerap ditemukan di perairan dingin, Orca dapat ditemukan dari daerah kutub hingga khatulistiwa. Mereka sangat cerdas dan sering berburu dalam kelompok yang bisa terdiri hingga 40 individu.

(Duta Yanuar Fauzan. Sumber: Brian Clark Howard/National Geographic)

KOMENTAR