Instalasi Pohon Energi untuk Korban Gempa Aceh

Pohon energi, buah inovasi remaja Aceh bernama Naufal Raziq, diimplementasikan untuk membantu korban gempa di Pidie Jaya agar bisa mendapatkan penerangan.

Instalasi Pohon Energi untuk Korban Gempa AcehSaat ini instalasi pohon energi mulai dilakukan, antara lain di Desa Kuta Pangwa, Masjid Jamik dan akan diteruskan ke lokasi lainnya. (Pertamina EP)

Masih ingatkah Anda dengan Naufal Raziq, remaja laki-laki berusia 14 tahun asal Langsalama, Aceh, yang berinovasi mengubah asam pohon kedondong menjadi energi listrik? (Saksikan video tentang Naufal di sini)

Oleh PT Pertamina EP melalui Rantau Field, inovasi pohon energi tersebut diimplementasikan untuk membantu warga korban gempa di Pidie Jaya, Aceh, agar bisa mendapatkan penerangan di malam hari.

Akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter yang mengguncang Aceh pada Rabu (7/12) silam, beberapa sumber listrik di Kabupaten Pidie Jaya mengalami kerusakan sehingga warga tidak mendapatkan aliran listrik.

(Baca juga: Dendang Perjuangan dari Tepian Tamiang)

"Melihat kondisi tersebut, kami mencoba mencari solusi terbaik untuk membantu korban gempa Pidie Jaya. Kami melihat di sana banyak terdapat pohon kedondong hutan, yang sebelumnya terbukti bisa digunakan sebagai penghasil energi listrik alternatif," ujar Public Relation Manager PT Pertamina EP, Muhammad Baron.

Naufal Raziq, remaja laki-laki ...Naufal Raziq, remaja laki-laki asal Langsalama, Aceh, yang menemukan pohon energi. (Teguh Andrianto/National Geographic)

Baron menuturkan, sebelumnya pohon energi ini telah dipasang di lokasi Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina di Aceh Tamiang, kemudian dipasang juga di Desa Tampur Paloh Kabupaten Aceh Timur. Saat ini instalasi pohon energi mulai dilakukan, antara lain di Desa Kuta Pangwa, Masjid Jamik dan akan diteruskan ke lokasi lainnya.

(Baca juga: Desa yang Hilang di Hulu Tamiang)

"Semoga proses pemasangan dan instalasi pohon energi bisa berjalan lancar, sehingga masyarakat Pidie Jaya dapat menikmati listrik alternatif di malam hari. Mohon dukungan semua pemangku kepentingan agar saudara kita di Pidie Jaya diberikan kesabaran dan kekuatan untuk kembali bangkit," tambah Baron.

Sementara itu, ditemui di Desa Kuta Pangwa, Marthonis, Koordinator Pengungsi dan Keuchik (Kepala Desa) Kuta Pangwa menyampaikan bahwa masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya listrik dari Pohon Kedondong untuk membantu penerangan saat malam hari.

"Gempa Pidie mengakibatkan aliran listrik terputus, dan alhamdulillah Pertamina membantu kami berupa penerangan dari pohon listrik yang merupakan pohon kedondong. Kami tidak menyangka pohon yang menjadi pagar rumah kami ini bisa mengalirkan aliran listrik. Terima kasih Pertamina," katanya.

(Regy Dena Agassi)

KOMENTAR