2016 / Desember / 15   10:09

Empat Kiat untuk Memotret Kemeriahan Lampu Natal di Penjuru Kota

Seorang editor foto National Geographic mengunjungi New York City untuk menangkap beragam lampu perayaan menyambut Hari Raya Natal. Berikut kiat darinya.

Empat Kiat untuk Memotret Kemeriahan Lampu Natal di Penjuru KotaSebuah pohon Natal yang meriah berada di halaman Lotte New York Palace Hotel, Manhattan. (Jeff Heimsath via Nationalgeographic.com)

Setiap Desember, jutaan lampu gemerlap menerangi seluruh kota di dunia. Mungkin, tidak ada yang lebih memesona dibandingkan dengan penampilan ikon natal di New York City. Pernahkah Anda membayangkan pemandangan di antara gedung-gedung pencakar langit di Midtown Manhattan, atau sekedar berjalan-jalan di sekitar jalanan yang berlapis es di Brooklyn? Berikut beberapa kiat memotret demi mendapatkan hasil foto maksimal seputar suasana perayaan Natal.

CARILAH TEMPAT YANG BAGUS

Setiap tahun New York City berusaha membuat musim liburan seolah sebesar dan seterang Big Apples. Mulai dari upaya menampilkan dekorasi terunik seperti pada Lotte Palace Hotel, hingga menghormati tradisi seperti Rockefeller Christmas Tree. . Jelajahi juga bagian selatan kemewahan Manhattan, rumah-rumah berhias lampu meriah milik warga Dyker Heights di Brooklyn .

Sam 'the Greek' mendekorasi ...Sam 'the Greek' mendekorasi rumahnya dengan lampu-lampu aneka warna, salah satu dari banyak rumah yang menampilkan dekorasi lampu di lingkungan Dyker Heights, Brooklyn. (Jeff Heimsath via Nationalgeographic.com)

WAKTU YANG TEPAT ADALAH HAL SEGALANYA

Trik untuk mendapatkan foto yang baik di luar ruangan adalah dengan mulai mengambil gambar ketika senja. Tibalah di lokasi yang Anda inginkan lebih awal sehingga Anda tidak akan melewatkan setiap momennya. Jika Anda mengambil gambar pada saat yang terlalu awal, cahaya dari lampu-lampu tersebut tidak akan muncul di dalam foto Anda. Jika Anda mengambil gambar pada waktu yang terlalu larut, cahaya tersebut akan terlihat seperti titik kecil yang mengambang di ruang  kosong.

Tidak seperti mata, kamera memiliki rentang dinamis yang terbatas. Kamera hanya dapat fokus pada salah satu lampu terang atau lingkungan yang gelap. Kedua hal tersebut tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Mata manusia, di sisi lain, memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyaksikan lampu-lampu dan bayangan sekaligus.

Patung-patung para Malaikat ...Patung-patung para malaikat yang bersinar di Rockefeller Center Christmas, Midtown Manhattan. (Jeff Heimsath via Nationalgeographic.com)

GUNAKAN AKSESORI YANG TEPAT

Anda akan menggunakan slower shutter speed pada kondisi pemotretan dengan cahaya rendah. Tripod sangat berguna untuk menghindari gambar yang buram karena tangan yang gemetaran. Jika tidak memiliki tripod, Anda bisa berimprovisasi dengan menyeimbangkan kamera pada kap mobil atau pohon untuk mengurangi guncangan pada kamera.

CAHAYA? KAMERA? AKSI!

Setelah semuanya siap, mulailah memperhatikan langit. Ketika langit secara perlahan menjadi gelap dan membiru, Anda akan merasakan lampu-lampu natal tersebut akan terlihat lebih bersinar terang. Waktu terbaik untuk mengambil foto biasanya berlangsung secara singkat selama 10 hingga 15 menit. Jadi segeralah mengambil gambar, dan pastikan bahwa segalanya telah berjalan sesuai dengan yang Anda inginkan.

Ketika langit benar-benar gelap, Anda akan mendapati hasil foto mulai kehilangan detilnya dan terlihat kosong. Mungkin inilah saatnya untuk menyimpan kamera, lalu ambil beberapa gelas cokelat hangat sembari menikmati lampu-lampu dengan lensa yang sesungguhnya—mata Anda.

(Nisrina Darnila. Sumber: Jeff Heimsath/nationalgeographic.com)

KOMENTAR