2016 / November / 25   10:00

Warna-warni Pakaian Adat Para Cholita, Identitas Budaya Bolivia

Para cholita Bolivia, dengan topi bowler dan rok berlapis, dulu sering jadi sasaran diskriminasi. Tetapi gaya busana itu kini menjadi sumber kebanggaan.

Warna-warni Pakaian Adat Para Cholita, Identitas Budaya BoliviaGaya busana cholita terdiri dari rok lipit warna-warni yang dikenakan di atas lapisan rok, selendang bersulam berhias bros, dan topi bowler kecil. (Delphine Blast/National Geographic)

Tatkala menyusuri jalanan Sucre, Ibukota Bolivia, lebih dari satu dekade silam, fotografer Delphine Blast terpukau dengan wanita Aymara dan gaya busananya. Mereka mengenakan rok berlapis dan syal, dengan topi bowler yang bertengger di atas kepangan rambut hitam panjang mereka.

Para wanita itu tampak kuat ditempa kerja keras bercampur efek iklim altiplano pada wajah mereka, tetapi juga menyiratkan kelembutan. Blast ingat bahwa ia begitu terkesan dengan kekuatan mereka, terutama setelah ia mempelajari diskriminasi ras dan sosial yang telah lama mereka tanggung.

Hal itu terjadi sebelum pemilihan umum tahun 2005, yang memenangkan Evo Morales, presiden Amerindian Bolivia pertama. Dalam kepemimpinannya, mayoritas penduduk asli mendapat pengakuan dan otonomi yang lebih besar.

Para cholita mengenakan rok ...Para cholita mengenakan rok berlapis dan syal, dengan topi bowler yang bertengger di atas kepangan rambut hitam panjang mereka. (Delphine Blast/National Geographic)

Ketika Blast kembali ke Kota La Paz, Bolivia, baru-baru ini, ia melihat adanya pergeseran, terutama di kalangan generasi muda. Para wanita ini, yang dikenal sebagai cholita, telah direklamasi oleh generasi baru. Ada sekolah model cholita dan acara televisi. Bahkan pakaian tradisional mereka telah menginspirasi tren busana yang lebih luas.

Beberapa cholita datang dengan ...Beberapa cholita datang dengan pakaian dengan desain rumit dan biasanya hanya digunakan untuk acara-acara khusus. (Delphine Blast/National Geographic)

Blast kemudian memutuskan untuk mengangkat kisah tentang apa artinya menjadi cholita saat ini. Ia akan fokus pada gaya khas mereka dalam berpakaian dan penggunaannya sebagai identitas budaya yang melambangkan warisan orang Andes. Lebih dari semua itu, ia juga ingin mengangkat sisi feminitas, keanggunan dan martabat para cholita.

Blast bertemu dengan para cholita di festival jalanan dan di sekolah model, kemudian mengundang mereka untuk melakukan pemotretan di studio, dengan mengenakan pakaian terbaik mereka.

Beberapa cholita datang dengan pakaian dengan desain rumit dan biasanya hanya digunakan untuk acara-acara khusus. Salah satu cholita yang berprofesi sebagai dokter gigi, mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah bisa bekerja dengan berpakaian seperti ini.  Lainnya mengenakan pakaian yang lebih santai. Tetapi, tak peduli tingkatan atau harga gaun, topi bowler yang khas tetap saja sama.

Bersama dengan rok berlapis dan ...Bersama dengan rok berlapis dan syal, topi bowler yang disebut dengan borsalino telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari busana tradisional dan identitas budaya perempuan Bolivia. (Delphine Blast/National Geographic)

Menurut legenda, popularitas topi yang dikenal sebagai borsalino, muncul akibat sebuah kesalahan. Pada pergantian abad ke-20, ada pengiriman topi besar-besaran yang dipesan dari Eropa untuk pekerja kereta api, tapi sayangnya topi-topi itu terlalu kecil. Daripada dikirim kembali, topi-topi tersebut kemudian dibagikan kepada para perempuan setempat. Beberapa versi certa mengatakan bahwa mengenakan topi tersebut dapat meningkatkan kesuburan para perempuan.

Kini, bersama dengan rok berlapis dan syal, borsalino telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari busana tradisional dan identitas budaya.

Blast mendorong para wanita ...Blast mendorong para wanita untuk lebih jujur ketika berpose untuk potret mereka. (Delphine Blast/National Geographic)

Blast memotret dengan latar belakang berupa kain tradisional Bolivia dalam warna pilihan yang dapat menggaungkan ketegasan warna bendera adat whipala. Dalam proses pascaproduksi, latar belakang tersebut kemudian dibentuk menjadi lingkaran untuk melambangkan Pachamama atau Ibu Bumi, tokoh pusat dalam kepercayaan adat.

Blast memotret dengan latar ...Blast memotret dengan latar belakang berupa kain tradisional Bolivia dalam warna pilihan yang dapat menggaungkan ketegasan warna bendera adat whipala. (Delphine Blast/National Geographic)

Meskipun Blast mengakui bahwa gaya foto ini mengacu pada fotografi antropologi, ia mendorong para wanita untuk lebih jujur ketika berpose untuk potret mereka. Di antaranya dengan cara memainkan rambut atau mengangkat topi mereka.

“Saya ingin melihat wanita dan bukan model… tak hanya sekadar kartu pos,” pungkas Blast.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Alexa Keefe/National Geographic)

KOMENTAR