Tiga Alasan Seorang Bukan Perokok Dapat Terkena Kanker Paru-paru
2016 / November / 10   14:35

Tiga Alasan Seorang Bukan Perokok Dapat Terkena Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru sering dikaitkan dengan seorang perokok, namun para peneliti menemukan bahwa seorang non perokok dapat berisiko lebih terkena kanker paru-paru.

Tiga Alasan Seorang Bukan Perokok Dapat Terkena Kanker Paru-paruKanker paru-paru. (Thinkstock, ilustrasi)

November adalah bulan kesadaran Kanker paru-paru, waktu untuk mempelajari salah satu bentuk paling umum dan mematikan dari kanker. Meskipun penyakit ini sering dikaiatkan dengan perilaku merokok, menurut American Cancer Society, sebanyak 20 persen yang meninggal akibat kanker paru-paru di Amerika Serikat setiap tahunnya tidak pernah menggunakan produk tembakau sama sekali. Berikut adalah tiga cara yang dapat mengembangkan penyakit kanker paru-paru, meskipun anda tidak pernah menyentuh rokok:

Lingkungan

Faktor lingkungan memegang peran utama dalam risiki kanker paru-paru pada individu, dan menurut U.S Envrionmental Protection Agency, gas radon adalah penyebab utama kanker paru-paru pada non-perokok. Gas Radon tidak berwarna, gas radioaktif yang tidak berbau ini yang membentuk secara alami sebagai akibat dari peluruhan unsur-unsur radiokatif seperti uranium.

Menurut American Cancer Story, masyarakat dapat terkena radon di rumah atau di bangungan yang sedang dibangun di atas tanah atau batuan yang mengandung karakteristik radioaktif yang tinggi. Gas yang dilepaskan oleh tanah atau batuan dapat masuk ke dalam ruangan melalui retakan pada dinding atau pondasi. Untuk alasan ini, orang yang sering menghabiskan banyak waktunya di dalam ruang bawah tanah miliknya atau yang tinggal di tingkat terendah dari bangunan akan memiliki risiko terbesar dari paparan radon.

Gaya Hidup

Meskipun non-perokok secara signifikan menurun dalam risiko terkena kanker paru-paru, mereka bisa dengan tanpa sadar meningkatkan risiko mereka pada gaya hidup mereka. Sebagai contoh, dengan menghabiskan banyak waktu di daerah dimana membuat mereka terpapar asap rokok tentu sangat dapat meningkatkan risiko itu.

Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa dengan memakan makanan yang sehat penuh dengan buah dan sayuran dapat melindungi diri dari kanker paru-paru baik pada perokok dan non-perokok, lapor The American Cancer Story.

Genetika

Beberapa induvidu yang memiliki kecenderungan genetik kanker paru-paru. Menurut The American Cancer Story, beberapa mutasi genetik tertentu sebenarnya lebih umum terjadi pada pasien kanker paru-paru seorang yang bukan perokok dibandingkan para perokok.

Dalam hal lain, menurut Cancer Treatment Centers of America, seseorang yang memiliki keluarga dekat yang memiliki atau menderita kanker paru-paru (dan baik yang tidak merokok dan perokok) mungkin lebih rentan untuk mengembangkan penyakit ini.

(Nisrina Darnila.sumber: Dana Dovey/medicaldaily.com)

KOMENTAR