Kerajaan Dongeng yang Menghadapi Ancaman Kehidupan Nyata
2016 / November / 17   13:00

Kerajaan Dongeng yang Menghadapi Ancaman Kehidupan Nyata

Di perbatasan Estonia dan Rusia, penduduk Kerajaan Setomaa berjuang menciptakan identitas modern dari kepercayaan kuno yang mereka pegang teguh sejak lama.

Kerajaan Dongeng yang Menghadapi Ancaman Kehidupan NyataDi Obinitsa, Estonia, seorang gadis muda Seto bernama Liisi Loiv memakai kostum tradisional di kebun kakek-neneknya. Wanita Seto biasanya memiliki dua kostum: tradisional dan modern. (Jeremie Jung via National Geographic)

Di wilayah perbatasan yang masih menjadi sengketa, berdiri sebuah kerajaan. Usia berdirinya masih tergolong muda, namun memiliki kepercayaan kuno, buah dari kekacauan yang timbul saat keruntuhan Uni Soviet.

Orang-orang dari kerajaan ini dikenal sebagai Seto, etnis pribumi minoritas dari beberapa penduduk Setomaa, daerah kecil yang terletak antara bagian tenggara Estonia dan barat laut Rusia.

Di bukit-bukit yang menghadap ...Di bukit-bukit yang menghadap ke biara Pechory, di sisi perbatasan Estonia, Aarne Leima, mantan raja Kerajaan Setomaa, berdiri di dekat representasi kayu dari Dewa Peko, kepercayaan kaum seto. Raja dan ratu yang dipilih setiap tahun, dipercaya untuk berkomunikasi dengan Peko melalui mimpi mereka, dan harus meneruskan pesan sang dewa kepada masyarakat seto lainnya. (Jeremie Jung via National Geographic)

Para Seto telah berjuang keras mempertahankan tradisi mereka selama berabad-abad. Termasuk nyanyian polifonik kuno mereka, yang baru-baru ini diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Beda UNESCO.

Di sisi lain, mereka juga telah membentuk tradisi yang sepenuhnya baru, lengkap dengan kesetiaan mereka sendiri, untuk mencegah ancaman modern terhadap identitas budaya mereka.

Perayaan hari keagamaan Rusia ...Perayaan hari keagamaan Rusia Ortodoks juga dianggap penting oleh kaum seto. Banyak orang-orang seto yang datang dari Estonia dan menlintasi perbatasan yang belum ditetapkan sampai keruntuhan Rusia. (Jeremie Jung via National Geographic)

Ancaman terbesar saat ini ialah perbatasan antara Rusia dan Estonia yang membagi orang-orang Seto. Perbatasan itu telah bergeser beberapa kali selama rentang 20 abad.

Pada pertengahan 1990-an, Estonia telah menikmati kemerdekaan dari Soviet. Perbatasan itu—meski belum diratifikasi hingga hari ini –bukan hanya membagi Setomaa menjadi sisi Rusia dan Estonia, tetapi juga membagi kaum Seto yang satu dengan yang lainnya. Mereka membagi lahan pertanian, gereja dan pemakaman.

Jane Vako, pemain biola muda ...Jane Vako, pemain biola muda yang tinggal dan studi di Varska, desa Seto terbesar di sisi perbatasan Estonia. Ia berencana pergi melanglang buana setelah lulus sekolah, namun tetap akan kembali ke Setomaa pada akhirnya. Ia ingin tetap bersama keluarganya dan mengakui bahwa dirinya tak bisa hidup tanpa hutan-hutan Seto. (Jeremie Jung via National Geographic)

“Perbatasan hadir dan menghancurkan kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Elena Nikiforova, peneliti di bawah naungan Center for Independent Social Research di St. Petersbug.

Perbatasan itu, kata Nikiforova, memicu para Seto untuk mulai berpikir bahwa diri mereka sebagai bagian yang berbeda—dari Rusia atau pun Estonia. “Menjadi tersisih akibat perbatasan, membuat mereka bersatu,” katanya.

Patung lauluima Seto, ...Patung lauluima Seto, diciptakan oleh pematung Elmar Rebane dan didirikan di Obinitsa pada tahun 1995. (Jeremie Jung via National Geographic)

Karena tidak dapat mengubah arah kebijakan luar negeri dan terpecah antara dua negara, akhirnya kaum Setos mendeklarasikan diri mereka sebagai entitas bersatu: Kerajaan Setomaa. Hari ini, lebih dari dua dekade sejak deklarasi itu, mereka tetap menjaga keutuhan kerajaan itu.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Eve Conant/National Geographic)

KOMENTAR