2016 / November / 30   16:00

Ilmuwan Temukan Planet Bumi Super Baru GJ 536 b

Periode orbit yang pendek dan tingkat kecerahan bintang katai merahnya, menjadikan planet ini kandidat menarik untuk diteliti komposisi atmosternya.

Ilmuwan Temukan Planet Bumi Super Baru GJ 536 bIlustrasi planet GJ 536 b dengan bintang induknya, GJ 536. (Gabriel Perez, SMM/IAC)

Peneliti dari Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC) dan University of La Laguna (ULL) baru-baru ini menemukan planet tipe bumi super, GJ 536 b tak jauh dari Bumi yang massanya sekitar 5,4 kali massa Bumi.

Planet luar tata surya yang mengorbit bintang GJ 536 ini tidak berada di zona laik huni, tetapi periode orbit pendek yang hanya 8,7 hari dan tingkat kecerahan bintang katai merahnya, menjadikan planet ini kandidat penelitian menarik untuk diteliti komposisi atmosfernya.

Selama penelitian, ilmuwan juga menemukan siklus aktivitas magnetik yang mirip dengan Matahari, tetapi dalam periode yang lebih singkat, hanya tiga tahun.

“Sejauh ini, satu-satunya planet di sekitar bintang tersebut hanya GJ 536 b, tetapi kami terus mengawasi bintang untuk menemukan planet lainnya,” ujar Alejandro Suarez Mascareno, penulis utama studi.

Ia menjelaskan bahwa planet-planet bebatuan biasanya ditemukan berkelompok, terutama di sekitar bintang sejenis GJ 536.

“Kami sangat yakin akan menemukan planet bumi super lain pada orbit jauh bintang, dengan periode dari 100 hari hingga beberpa tahun. Kami menyiapkan program pengawasan untuk peristiwa transit planet luar tata surya baru ini, untuk menentukan diameter dan kepadatannya,” ujar Mascareno.

Planet ini mengorbit bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari, tetapi lokasinya cukup dekat dan terang. Planet ini juga dapat diamati dari belahan utara dan selatan, sehingga sangat menarik untuk mendeteksi kemungkinan adanya planet berbatu lain di zona habitasi bintang.

Planet GJ 536 b terdeteksi berkat upaya gabungan antara IAC dan Geneva Observatory, dengan menggunakan spektograf High Accuracy Radial  velocity Planet Seeker (HARPS) pada teleskop ESO di La Silla, Cili dan HARPS North pada Telescopio Nacional Galileo (TNG) di Roque de los Muchachos Observatory, Garafia, La Palma.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Eurekalert.org)

KOMENTAR