Banyak Vitamin yang Tidak Berguna, Apakah Benar ?
2016 / November / 29   18:00

Banyak Vitamin yang Tidak Berguna, Apakah Benar ?

Pemahaman terhadap konsumsi multivitamin tambahan dapat memberikan banyak manfaat kesehatan, namun sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Banyak Vitamin yang Tidak Berguna, Apakah Benar ?Apakah tubuh kita benar-benar membutuhkan asupan suplemen dan vitamin? (Thinkstock)

Penelitian selama beberapa dekade telah gagal untuk menemukan bukti substansial dari vitamin dan suplemen dapat memberikan efek yang baik. Nyatanya, penelitian terbaru menunjukkan sebuah kebalikannya, penelitian tersebut menemukan bahwa dengan mengkonsumsi beberapa vitamin dapat memberikan dampak buruk pada diri Anda. Beberapa juga telah dikaitkan dengan peningkatan kanker tertentu, salah satunya adalah risiko batu ginjal.

Berikut beberapa vitamin dan suplemen yang harus Anda konsumsi dan yang tidak perlu dikonsumsi:

1. Multivitamin, hindari. Anda dapat memenuhi semua multivitamin Anda dengan diet seimbang.

Selama beberapa dekade, diasumsikan bahwa multivitamin penting bagi kesehatan Anda secara menyeluruh. Sebagai contoh, Vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, vitamin A untuk penglihatan Anda, dan Vitamin B untuk menjaga energi Anda.

Tidak hanya karena Anda sudah mendapatkan semua kandungan vitamin tersebut dari makanan yang Anda makan, tetapi studi juga menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsinya dapat menyebabkan sebuah kerusakan di dalam tubuh Anda. Sebuah penelitian yang melibatkan hampir 39.000 wanita yang berusia lebih dari 25 tahun menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi multivitamin dalam jangka panjang memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengkonsumsi multivitamin.

2. Vitamin D, Konsumsi. Vitamin D dapat membantu menjaga tulang kuat dan sulit ditemui di dalam makanan.

Vitamin D tidak hadir dalam sebagian besar makanan yang kita makan, namun vitamin D adalah bahan pentung untuk menjaga tulang kita kuat dengan membantu kita menyerap kalsium. Dengan berjemur di bawah sinar matahari juga dapat membantu tubuh kita untuk memproduksi vitamin D, namun sinar matahari tidak bersinar sepanjang hari terlebih lagi ketika pada musim dingin. Beberapa penelitian terbaru menemuksn bshes otsng yang mengkonsumsi suplemen vitamin D dapat hidup lebih lama dibandingkan dengan mereka yang tidak.

3. Antioksidan, hindari. Kelebihan mengkonsumsi antioksidan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu, lebih baik Anda mengkonsumsi buah sebagai suplemen antioksidan.

Vitamin A, C dan E merupakan antioksidan yang ditemukan berlimpah di dalam buah-buahan khususnya buah beri dan sayuran. Buah beri dikenal dengan kemampuannya sebagai pelindung diri melawan kanker.

Namun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi antioksidan secara berlebihan dapat benar-benar menjadi berbahaya. Sebuah studi jangka panjang pada perokok laki-laki menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi secara rutin Vitamin A lebih mungkin terserang kanker paru-paru daripada mereka yang tidak. Dan sebuah ulasan pada tahun 2007 dari beberapa jenis suplemen antioksidan yang berbeda seperti pengobatan dengan beta karoten, vitamin A dan vitamin E dapat meningkatkan angka kematian.

4. Vitamin C, hindari. Vitamin C tidak akan membantu Anda sembuh dari demam, lebih baik konsumsi buah-buahan.

Wabah mengkonsumsi vitamin C tambahan berawal pada sebuah saran dari seorang ahli kimia pada 1970-an. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin C hanya memberikan efek yang sangat dikit bahkan tidak sama sekali untuk mencegah gejala flu biasa. Ditambah pula dengan, dosis tinggi dari 2000 mg atau lebih dapat meningkatkan risiko terserang batu ginjal yang menyakitkan. Jadi, lebih baik mendapatkan vitamin C dari makanan dibandingkan dari suplemen vitamin c.

5. Vitamin B3, Hindari dan menggantinya dengan memakan salmon, tuna, atau bit .

Selama bertahun-tahun, Vitamin B3 dipromosikan sebagai pengobatan terhadap penyakit Alzheimer hingga serangan jantung. Namun sebuah penelitian terbaru menyerukan sebuah perspektif yang berbeda.

Sebuah penelitian pada 2014 yang melibatkan 25.000 orang yang memiliki penyakit jantung dengan konsumsi jangka panjang Vitamin B3 dalam pengobatannya untuk meningkatkan HDL mereka dan yang terjadi adalah kolesterol tidak berkurang untuk mengurangi serangan jantung, strokes atau kematian.

Ditambah lagi, orang yang mengkonsumsi suplemen B3 lebih memungkinkan pengembangan infeksi, gangguan hati, dan pendarahan internal.

(Nisrina Darnila. Sumber: Elin Brodwin/iflscience.com)

KOMENTAR