Mengintip ''Harta Karun'' Arsip Observatorium Sinar-X Chandra
2016 / Oktober / 18   16:31

Mengintip "Harta Karun" Arsip Observatorium Sinar-X Chandra

Observatorium sinar-X Chandra telah beroperasi selama lebih dari 17 tahun dan telah menghasilkan berbagai citra luar angkasa yang penting bagi ilmu pengetahuan.

Mengintip ''Harta Karun'' Arsip Observatorium Sinar-X Chandra (NASA)

Observatorium sinar-X Chandra adalah wahana antariksa berbentuk observatorium yang diluncurkan pada STS-93 oleh NASA pada tanggal 23 Juli 1999. Nama satelit ini diambil dari nama  ahli fisika India-Amerika Serikat, Subrahmanyan Chandrasekhar.

Observatorium Chandra termasuk dalam empat observatorium besar NASA bersama teleskop luar angkasa Hubble, observatorium sinar gamma Compton, dan teleskop luar angkasa Spitzer.

Awalnya, observatorium ini hanya dijadwalkan beroperasi selama lima tahun. Namun berkat hasilnya yang luar biasa, waktu pengoperasian Chandra diperpanjang. Tahun ini, genap 17 tahun Chandra beroperasi dan observatorium ini terus memasok citra-citra luar angkasa yang sangat penting bagi ilmu pengetahuan.

Masing-masing dari gambar di atastermasuk data dari teleskop yang meliputi bagian lain spektrum elektromagnetik, seperti cahaya tampak dan inframerah. Gambar-gambar tersebut hanya mewakili sebagian kecil “harta karun” yang berada dalam arsip unik observatorium sinar-X Chandra.

Westerlund 2

Westerlund 2Westerlund 2 (NASA)

Westerlund 2 merupakan sekelompok bintang muda berusia sekitar satu sampai dua juta tahun  yang terletak sekitar 20.000 tahun cahaya dari Bumi. Data dalam cahaya tampak dari teleskop luar angkasa Hubble (hijau dan biru) mengungkapkan awan tebal tempat terbentuknya bintang-bintang. Sementara bagian berwarna ungu menggambarkan energi radiasi tinggi dalam bentuk sinar-X yang dapat menembus kabut kosmik dan terdeteksi oleh Chandra.

3C31

3C313C31 (NASA)

Sinar X-dari galaksi radio 3C31 (biru), yang terletak 240 juta tahun cahaya dari Bumi, memungkinkan para astronom untuk menyelidiki kepadatan, suhu, dan tekanan dari galaksi ini. Galaksi tersebut telah  lama dikenal sebagai emitor kuat dari gelombang radio.

Data Chandra juga mengungkapkan adanya semburan ledakan menjauh dari pusat galaksi, yang juga dikenal sebagai NGC 383. Di sini, gambar Chandra X-ray telah dikombinasikan dengan data cahaya tampak Hubble (kuning).

PSR J1509-5850

PSR J1509-5850PSR J1509-5850 (NASA)

PSR J1509-5850 merupakan pulsar yang terletak sekitar 12.000 tahun cahaya dari Bumi dan muncul sebagai bintik putih terang di tengah gambar. Pulsar ini telah menghasilkan ekor emisi sinar-X yang memanjang, seperti yang terlihat di bagian bawah foto. Pulsar ini juga telah menghasilkan arus keluar partikel di sekitar arah yang berlawanan. Dalam gambar ini, sinar-X yang dideteksi oleh Chandra (biru) dan emisi radio (pink) dilapisi dengan gambar cahaya tampak dari Digitized Sky Survey.

Abell 665

Abell 665Abell 665 (NASA)

Abell 665 terdiri dari dua gugus (kluster) galaksi yang bermassa hampir setara. Penggabungan kluster galaksi semacam ini dapat menghasilkan gelombang kejut yang sangat besar. Di foto ini, sinar-X Chandra (biru) menunjukkan gas panas di kluster. Bentuk haluan gelombang kejut ditunjukkan oleh daerah putih besar dekat pusat gambar. Gambar ini telah digabungkan ditambahkan dengan emisi radio (ungu) dan data cahaya tampak dari Sloan Digital Sky Survey yang menunjukkan galaksi beserta bintang-bintang (putih).

RX J0603.3+4214

RX J0603. 3+4214RX J0603.3+4214 (NASA)

Gugus galaksi ini dijuluki “kluster sikat gigi” karena bentuknya mirip dengan sikat gigi. Faktanya, batang sikat (warna hijau) merupakan gelombang radio, sementara warna ungu yang menyerupai pasta gigi diperoleh dari data sinar-X Chandra. Data cahaya tampak dari teleskop Subaru yang ditambahkan pada gambar ini menampilkan galaksi beserta bintang-bintang (putih) dan peta dari pelensaan gravitasi (biru) menunjukkan konsentrasi massanya, yang sebagian besar (80 persen) merupakan materi hitam.

CTB 37A

CTB 37ACTB 37A (NASA)

Objek yang dikenal sebagai CTB 37A adalah sisa supernova yang terletak di galaksi kita sekitar 20.000 tahun cahaya dari Bumi. Gambar ini menunjukkan bahwa puing-puing bersinar dalam sinar X (biru) dan gelombang radio (pink) dapat berkembang menjadi awan gas dingin dan debu seperti yang terlihat dalam cahaya inframerah (oranye).

(Lutfi Fauziah. Sumber: NASA)

KOMENTAR