Racun Sisa Kamp Era Perang Dingin Pengaruhi Ekosistem Greenland

2016 / Agustus / 8   15:41

Racun Sisa Kamp Era Perang Dingin Pengaruhi Ekosistem Greenland

Kemungkinan racun tersebut terkubur dan membeku dalam lapisan es di Greenland, namun perubahan iklim menghangatkan Artik dan menyebabkan melelehnya lapisan es.

Racun Sisa Kamp Era Perang Dingin Pengaruhi Ekosistem GreenlandData tutupan es di Arktik pada 2012-2014 (CPOM via BBC.com)

Para peneliti memberikan peringatan atas kemungkinan adanya sisa racun yang lama terpendam dari kamp era Perang Dingin terbengkalai. Racun tersebut mampu berpengaruh pada area eksosistem akibat dari naiknya temperatur di Greenland.

Kemungkinan racun buangan tersebut terkubur dan membeku dalam lapisan es Greenland, namun perubahan iklim menghangatkan Artik dan menyebabkan melelehnya lapisan es.

"Dulu, militer, industri, bahkan peneliti hanya memberi sedikit perhatian dari dampak yang dihasilkan dari aktivitas mereka, termasuk zat sisa berbahaya yang ditinggalkan," ujar Laurence Smith, profesor Departement of Geography dari University of California. "Perilaku seperti itu telah berubah namun tak sepenuhnya menghilang, dan studi ini menunjukkan bagaimana aktivitas masa lalu masih bersama kita hingga kini."

Limbah yang dihasilkan dari kamp era Perang Dingin tersebut diketahui menyelimuti 0,55 kilometer persegi tanah. Termasuk didalamnya adalah sisa diesel, material bangunan, dan limbah air.

Lokasi tersebut juga memilii kandungan kecil nuklir buangan, namun hal itu juga tidak menjadi fokus sama seperti material racun lainnya.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah kandungan polychlorinated biphenyls (PCBs), zat kimi yang secara luas digunakan dalam struktur elektrikal dan peralatannya. Dari penelitian yang dilakukan, zat kimia ini mampu mengganggu sistem imun, reproduksi, syaraf, dan endrosin.

Sejarah Perang Dingin

Penelitian terbaru menunjukan detil dari sejarah Camp Century yang menjadi kamp bagi teknisi militer U.S. Army Corps. Dibangun di Greenland pada tahun 1959. Lokasi ini disebut juga sebagai "kota dibawah es".

Lokasi kamp ini cukup strategis karena posisinya yang merupaka rute terpendek antara Amerika Serikat dan UNi Soviet. Kamp ini menjadi salah satu kamp yang dibangun di bawa persetujuan Denmark untuk melindungi Greenland.

Secara resmi, kamp ini digunakan untuk tempat penelitian dan uji konstruksi strategi Artik. Di luar itu, diam-diam lokasi ini digunakan untuk membangun misil nuklir secara rahasia.

Namun proyek tersebut tidak diterima oleh pemerintahan Denmark dan ditolak oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1963.

Efek bagi Lingkungan

Ekosistem di Greenland secara keseluruhan dalam keadaan rapuh, ujar William Colgan dari Departement of Earth and Space Science and Egineering.

Meskipu memiliki populasi masyarakat yang kecil, banyak orang-orang yang berburu untuk makanan mereka. Hal tersebut menyebabkan adanya kemungkinan adanya zat-zat kimia yang terkandung dalam makanan mereka dan menjadikan sumber makanan mereka sebagai sesuatu yang krusial.

Kamp ini menjadi pelajaran dari dampak perubahan iklim yang secara terang-terangan terlupakan selama beberapa dekade. Namun semenjak isu ini diteliti, kamp ini menjadi situs yang menarik banyak peneliti iklim untuk melakukan penelitian.

"Penelitian ini membawa perhatian segar terhadap masalah kronis di Arktik," ujar Smith. Penelitian ini telah dipublikasikan pada 4 Agustus 2016 lalu pada jurnal Geophysical Research Letters.

(Annisa Hardjanti / LIve Science)

KOMENTAR