Niku, Objek Misterius di Orbit Neptunus
2016 / Agustus / 13   15:03

Niku, Objek Misterius di Orbit Neptunus

Para ilmuwan menemukan sebuah objek misterius yang terletak di pinggir Tata Surya. Hingga saat ini, masih belum diketahui secara jelas mengenai objek tersebut.

Niku, Objek Misterius di Orbit NeptunusNeptunus (NASA)

Para ilmuwan menemukan sebuah objek misterius yang terletak di pinggir Tata Surya. Hingga saat ini, masih belum diketahui secara jelas mengenai objek tersebut.

Pada sistem Tata Surya, hampir semuanya bergerak mengelilingi matahari dengan arah yang sama. Namun, objek di dekat Neptunus ini (yang diperkirakan berdiameter kurang dari 125 mil) bergerak sebaliknya. Objek ini diberi nama Niku, yang berarti planet minor di masa lampau Neptunus.

Beberapa hal pada Niku menjadi aneh, ketika seharusnya ia tidak berperilaku seperti kebanyakan planet minor (objek yang lebih kecil bukan komet) lainnya. Niku bergerak ke arah berlawanan, ia bisa diibaratkan seperti mobil yang salah jalur.

Nik ditemukan oleh Pan-STARRS di Hawaii, sebuah system teleskom dan kamera yang diciptakan untuk mendeteksi objek dekat Bumi. Walaupun ia bukan satu-satunya objek di Tata Surya dengan orbit retrograde. Niku cukup membingungkan para ilmuwan. Bahkan hingga saat ini ilmuwan mengakui belum mengetahui apa yang menyebabkan orbit tidak biasa dialami oleh Niku.

“Belum diketahui mekanisme untuk menjelaskan pengamatan ini,” ungkap tim peneliti dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics. Hasil temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal arXiv.

Popular Mechanics melaporkan bahwan Niku, 160.000 kali lebih redup dibandingkan dengan Neptunus. Berbagai teori, mulai dari planet tersembunyi, hingga bintang yang tak terlihat dicoba sebagai alasan dari perilaku tak biasa dari Niku.

Matthew Holman, salah satu anggota tim penemu Niku berkesimpulan ada banyak hal yang masih belum diketahui di luar Tata Surya kita.

”Ini menunjukkan bahwa ada lebih banyak hal yang terjadi di luar Tata Surya. Kami sepenuhnya sadar akan hal itu,” pungkas Holman.

(K.N Rosandrani / Sumber : sciencealert.com , huffingtonpost.com)

KOMENTAR