Menyokong Kehidupan Gajah Way Kambas

2016 / Agustus / 12   12:02

Menyokong Kehidupan Gajah Way Kambas

Banyak hal sederhana dapat dilakukan untuk menyokong kehidupan gajah sumatra yang masuk kategori satwa langka. Berikut adalah hal-hal yang mesti diperhatikan.

Menyokong Kehidupan Gajah Way KambasGajah-gajah patroli di Pemerihan, Lampung, dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Gajah sumatra mungkin berjumlah lebih banyak pada masa Sriwijaya dan menjadi satwa favorit para rajanya. (Reynold Sumayku/National Geographic Indonesia)

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu mendukung kehidupan dari Elephas maximus sumatrensis atau gajah sumatra. Hal-hal ini patut kita lakukan juga tatkala kita berkunjung ke Way Kambas dimana para gajah sumatra tersebut hidup dalam konservasi. Terlebih lagi gajah sumatra merupakan salah satu satwa langka.

Selama kunjungan ke Way Kambas ada baiknya jika kita membawa kantong sampah sendiri. Kantong yang sudah dipenuhi oleh sampah dapat dibuang ke tong sampah terdekat yang ada di area konservasi tersebut, atau dapat dibawa pulang.

Ada baiknya jika tidak meninggalkan sampah dengan kandungan racun atau sulit untuk diuraikan alam. Sampah-sampah yang tak dapat diuraika alam dan mengandung racun seperti baterai kamera hingga sabun deterjen.

Pengunjung juga diharapkan untuk tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Karena itu mampu memicu kebakaran yang muncul dari bara api puntung rokok.

Pembatasan kendaraan bermotor yang memasuki kawasan perlu dilakukan. Parkir motor dan mobil sebaiknya dilakukan di dekat gerbang depan. Untuk bercengkrama dengan gajah, para pengunjung hanya perlu berjalan kaki ke lokasi.

Perlunya perhatian untuk tidak melempari anak gajah dan gajah dengan apapun. Jangan mendudukan anak-anak di punggung gajah balita. Saat memberi makan gajah, usahaka untuk menanyakan terlebih dahulu pada pawang yang bertugas.

Tidak membuang hajat di sembarang tempat juga perlu diperhatikan. Selain dapat mencemari lingkungan konservasi Way Kambas, perilaku tersebut berkaitan dengan perihal etika.

Saat berkunjung ke Pusat Latihan Gajah, perhatikan jam berkunjungnya. Datang teralu malam tentunya tak hanya menganggu gaajah kawasan konservasi, tapi juga kemungkinan untuk berpapasan dengan gajah luar di jalan.

Terkait untuk menghindari permasalahan medis, pengunjung diharapkan untuk tidak membawa binatang peliharaan. Tentunya, pengunjung tidak diperbolehkan membawa senjata api yang mampu mengancam kondisi gajah-gajah yang ada di lokasi.

(Manggalani R. Ukirsari / National Geographic Traveler)

KOMENTAR