Lubang Naga, Lubang Biru Terdalam Dunia di Laut Cina Selatan
2016 / Agustus / 6   23:06

Lubang Naga, Lubang Biru Terdalam Dunia di Laut Cina Selatan

Lubang biru ini diperkirakan 300 kaki lebih dalam daripada lubang biru lain yang sebelumnya diketahui.

Lubang Naga, Lubang Biru Terdalam Dunia di Laut Cina SelatanGreat Blue Hole di Belize, lingkaran selebar 328 meter yang menjadi jendela masuk ke Karibia. Hanya tertandingi oleh Great Barrier Reef di Australia, Belize Barrier Reef System dengan luas sekitar 962.997.950 meter persegi adalah perairan berisi pulau karang yang ditumbuhi bakau, laguna-laguna pantai, dataran karang yang dipenuhi kerumunan burung laut, lebih dari 500 spesies ikan, duyung dan buaya laut Amerika. Di sini juga terdapat jurang kobalt, Great Blue Hole. Pada 1971, Jacques Cousteau mengarungi wilayah ini bersama Calypso dengan misi memetakan kedalaman dan menguak misteri terjadinya fenomena alam ini. (Thinkstock)

Lubang biru ini diperkirakan 300 kaki lebih dalam daripada lubang biru lain yang sebelumnya diketahui. Lubang ini disebut Lubang Naga. Peneliti dari Cina percaya, jika lubang ini merupakan lubang biru terdalam yang ada di planet. 

Kantor berita Cina, Xinhua melaporkan bahwa Lubang Naga ini memiliki kedalaman 987 kaki. Angka yang jauh lebih dalam dari Lubang Biru Dean di Bahamas. (Baca : 

Lubang Biru atau gua bawah air atau gua vertikal merupakan lubang atau gua raksasa yang memiliki kedalaman tertentu. Tampak dari atas adalah warna biru yang khas pada lubang. Inilah asal-usul nama Lubang Biru berasal.

Lubang Biru temuan terbaru bernama Lubang Naga ini berlokasi di Pulau Paracel. Pulau ini dikenal juga sebagai Xisha dalam Bahasa Cina, yakni sekelompok pulau yang masih dalam sengketa Laut Cina Selatan, diklaim oleh Cina, Taiwan, dan Vietnam.

Walaupun ilmuwan masih memperkirakan kedalaman lubang ini, namun lubang biru ini telah dikenal selama beberapa abad. Nelayan lokal mengatakan penemuan lubang ini kala Monkey King menemukan gada emasnya di abad ke 15 dalam novel Journey to the West dilansir dari Washiongton Post.

Selain dari legenda masyarakat lokal, penemuan lubang biru di Laut Cina Selatan ternyata juga penting dalam hal sains. (Baca pula : 

"Penelitian terkait lubang biru dapat memberikan catatan rinci tentang bagaimana perubahan iklim atau tingkat air selama puluhan ribu tahun," ungkap Prof. Yang Zuosheng bersama Ocean University of China pada CCTV.

"Setelah kita memiliki data itu, kita bisa mengurangi bentuk evolusi perubahan iklim di Laut Cina Selatan, termasuk ekosistemnya, sistem hidrologi, dan bentuk lahan tersebut."

Sansha Ship Course Research Institute untuk perlindungan karang mengatakan kepada Xinhua bahwa mereka sudah menemukan 20 spesies ikan di dalam lubang biru. Ikan-ikan terkonsentrasi di bagian atas karena tidak ada oksigen dengan ketinggian di bawah 330 kaki

Lubang Naga telah diberi nama resmi Sansha Yongle Blue Hole, dan pejabat setempat mengatakan mereka berencana untuk melindunginya. (Baca juga : 

"Kami akan berusaha untuk melindungi warisan alam yang ditinggalkan oleh Bumi," kata Xu Zhifei, wakil walikota Sansha City, kepada Xinhua.

Klaim lebih mendalam masih perlu diverifikasi secara independen. Namun, salah satu ahli mengatakan sangat mungkin ada lubang yang lebih dalam, mereka hanya belum ditemukan.

(K.N Rosandrani / Huffington Post)

KOMENTAR