2016 / Juli / 16   11:20

Militer Turki Umumkan Ambil Alih Kekuasaan

Sekelompok anggota militer Turki mengumumkan telah mengambil alih kekuasaan negeri itu Jumat (15/7) waktu setempat.

Militer Turki Umumkan Ambil Alih KekuasaanIlustrasi (Thinkstock)

Sekelompok anggota militer Turki mengumumkan telah mengambil alih kekuasaan negeri itu Jumat (15/7) waktu setempat.

Kelompok militer membacakan pernyatan tersebut di televisi dan mengatakan, bahwa kekuasaan negara sudah diambil alih sepenuhnya. Dilansir dari laman BBC Indonesia, mereka juga mengatakan, “tatanan hukum dan nilai-nilai sekuler dan demokratis telah dirusak oleh pemerintah yang berkuasa saat ini."

Kelompok tersebut mengatakan, kudeta dilakukan untuk memastikan dan mengembalikan amanat konstitusi, demokrasi, HAM dan kebebasan serta supremasi hukum yang selama ini terganggu.

Juru bicara intelijen Turki mengatakan bahwa upaya kudeta telah digagalkan namun mengakui masih ada beberapa perlawanan. Sementara itu, Perdana Menteri Turki Binali Yildrim menegaskan bahwa pemerintah masih ada dan bertanggung jawab menjalankan negara. Ia menekankan bahwa tindakan ini bukanlah kudeta, melainkan hanya aksi ilegal yang dilakukan oleh sekelompok militer. "Siapa saja yang ada di kelompok ini, yang melakukan tindakan ilegal, akan membayar dengan harga yang sangat mahal," ungkapnya seperti dikutip dari laman BBC Indonesia.

Di malam yang sama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan muncul di televisi dan menegaskan bahwa dia masih berkuasa dan berjanji akan menghukum para pelaku percobaan kudeta. “Saya yakin para pelaku kudeta ini tidak akan berhasil,” kata Erdogan seperti dilaporkan Associated Press.

Peristiwa tersebut langsung memicu bentrokan berdarah di Istanbul dan Ankara. Menurut laporan kantor berita pemerintah, Anadolu dan NTV,  sedikitnya dua warga sipil dilaporkan tewas dan puluhan terluka dalam bentrokan massa dengan militer di Istanbul. Sebelumnya, dilaporkan bahwa tentara telah melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa anti-kudeta yang berupaya melintasi Jembatan Bosphorus.

Selain itu, gedung parlemen Turki di Ankara juga diguncang serangan bom. Dalam peristiwa tersebut, CNN-Turk melaporkan bahwa sejumlah polisi dan petugas parlemen terluka.

 Situasi di Turki menimbulkan keprihatinan dari dunia internasional. Seperti dikutip dari laman BBC Indonesia, Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, melalui akun Twitternya menulis, “Diminta semua pihak menahan diri setelah dilangsungkan upaya kudeta terhadap Presiden Erdogan. Kami terus melakukan kontak dengan delegasi Uni Eropa di Ankara, Brussel, dan Mongolia.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Ia mendesak semua pihak di Turki untuk mendukung pemerintah yang telah terpilih secara demokratis dan menahan diri agar kekerasan dan pertumpahan darah dapat dihindari.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon meminta agar ketertiban di Turki terus dijaga. Menurut juru bicaranya, Farhan Haq, Sekjen Ban Ki-moon mengikuti perkembangan di Turki secara ketat.

Karena adanya peristiwa ini, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim memberlakukan larangan terbang (no fly zone) di atas Ankara.

(Lutfi Fauziah/Sumber: Associated Press, BBC Indonesia, Kompas.com)

KOMENTAR