Area Gelap di Neptunus Terdeteksi Pertama Kalinya Abad Ini
2016 / Juli / 3   19:52

Area Gelap di Neptunus Terdeteksi Pertama Kalinya Abad Ini

Teleskop luar angkasa Hubble telah mengkonfirmasi sebuah "area gelap" di Neptunus. Area gelap yang tertangkap untuk pertama kalinya dalam abad ini.

Area Gelap di Neptunus Terdeteksi Pertama Kalinya Abad IniPusaran dapat dilihat pada gambar-gambar dari Teleskop Hubble, (NASA / ESA / M.H Wong Wong / J.Tollefson)

Teleskop luar angkasa Hubble telah mengkonfirmasi sebuah "area gelap" di Neptunus. Area gelap yang tertangkap untuk pertama kalinya dalam abad ini terlihat pada planet gas raksasa. Ini merupakan yang pertama sejak pesawat ruang angkasa Voyager 2 terbang melewati tahun 1989.

(Baca : Mahasiwi Ini Berhasil Identifikasi 4 Calon Planet Baru)

Gambar diperoleh pada tanggal 16 Mei, kemudian dikonfirmasi keberadaannya dengan pengamatan lebih lanjut pada bulan Juli 2015. Penemuan ini dilakukan oleh tim peniliti yang dipimpin Mike Wong dari University of California, Berkeley.

Vortisitas di Neptunus adalah sistem tekanan tinggi yang menghasilkan pusaran awan pendamping nan terang. Mereka memiliki ukuran dan bentuk beragam, dengan udara yang mengalir tinggi ke atmosfer dan membeku. Inilah yang membuat kristal identik dengan pusaran awan cerah. Beberapa dari pusaran awan cerah terlihat pada tahun 2015, tetapi baru kali ini terdapat area gelap yang menyertainya. Ini merupakan area gelap pertama yang terdeteksi di abad ini.

Pusaran pada bulan September 2015 lalu ditangkap dengan program Outer Planet Atmosfer Legacy (OPAL). OPAL merupakan peta global yang menangkap planet luar. Temuan OPAL ini kemudian dikonfirmasi pada bulan Juli sebagai pusaran yang sama.

(Baca pula : Apa Tanda Keberhasilan Misi New Horizons Menuju Pluto?)

Menariknya, vortisitas di Neptunus tampak datang dan pergi pada rentang waktu yang jauh lebih pendek daripada yang terlihat di Jupiter, yang dapat mengamuk selama beberapa dekade. Tapi para astronom masih mengetahui sedikit terkait bagaimana situasi ini dapat terbentuk, dan bagaimana mereka bergerak dan berkembang. Paling tidak, penemuan ini membantu memperjelas gambar.

(K.N Rosandrani voanews.com)

KOMENTAR