Nasib Malang Tilikum, Paus Pembunuh Seaworld yang Tengah Sekarat
2016 / Maret / 14   01:21

Nasib Malang Tilikum, Paus Pembunuh Seaworld yang Tengah Sekarat

Tilikum, paus pembunuh pemain utama film dokumenter Blackfish kini sekarat. Apa penyebabnya?

Nasib Malang Tilikum, Paus Pembunuh Seaworld yang Tengah SekaratPertunjukan paus pembunuh di SeaWorld (Thinkstock)

Tilikum adalah paus pembunuh alias orca dari SeaWorld yang paling terkenal. Sayang, beberapa minggu terakhir ini kondisi Tilikum terus memburuk. Menurut keterangan dari tim dokter hewan SeaWorld, Tilikum terkena infeksi bakteri pada paru-parunya. Bakteri ini sangat sulit disembuhkan dan hingga saat ini memang belum ditemukan obatnya.

Paus pembunuh asal SeaWorld ini mulai terkenal sejak munculnya film Blackfish tahun 2013 lalu. Film ini sukses membuat banyak orang menangis sekaligus mengutuk SeaWorld. Dalam film dokumenter tersebut disebutkan bahwa selama ini SeaWorld telah memperlakukan hewan dengan sangat kejam.

Hewan-hewan di SeaWorld disebutkan telah dilatih dan ditempatkan dalam kolam yang sangat kecil dan tak memadai. Tilikum sendiri yang sekarang berusia sekitar 35 tahun sudah hidup di SeaWorld selama 23 tahun. Ia ditangkap dari alam liar sejak usianya masih dua tahun.

Tilikum sendiri merupakan paus pembunuh yang sudah pernah membunuh tiga pelatihnya. Satu terjadi pada Keltie Byrne tahun 1991. Waktu itu Tilikum masih berada di Sealand dan setelah kejadian itu dia dijual ke SeaWorld.

Kedua Tilikum ‘membunuh’ Daniel Dukes tahun 1999. Dukes adalah gelandangan yang diam-diam menyelinap ke SeaWorld dan keesokan harinya ditemukan telah meninggal di dekat Tilikum. Insiden ketiga terjadi tahun 2010. Saat itu Tilikum menenggelamkan Dawn Brancheau, pelatihnya.

Tilikum menarik Brancheau dan mengajaknya bermain di dalam air hingga pelatihnya ini meninggal. Dalam kejadian ini Tilikum dihukum isolasi dan tak boleh bertemu dengan sesama paus lainnya. Menurut para ahli, kejadian ini menunjukkan betapa stressnya Tilikum karena hidup di kolam yang kecil dan tidak bisa bersosialisasi dengan normal. Tingkah agresifnya muncul karena tekanan yang diberikan SeaWorld padanya.

(Lila Nathania / The Dodo via Intisari-Online.com)

KOMENTAR