Episodik atau Semantik Gaya Memori Anda?
2015 / Desember / 14   01:51

Episodik atau Semantik Gaya Memori Anda?

Beberapa orang miliki ingatan rinci masa lalu/memori episodik, sementara yang lain cenderung mengingat fakta tanpa rincian/memori semantik

Episodik atau Semantik Gaya Memori Anda?Ilustrasi (Shutterstock)

Kecenderungan untuk mengingat rincian episodik fakta-fakta ini tercermin dalam pola intrinsik otak. Mengapa beberapa orang memiliki ingatan rinci akan pengalaman masa lalu (memori episodik), sementara yang lain cenderung mengingat hanya fakta-fakta tanpa rincian (memori semantik)?

Tim peneliti dari Rotman Research Institute di Baycrest Health Sciences menunjukkan untuk pertama kalinya terdapat hubungan antara perbedaan mengalami masa lalu dengan pola konektivitas otak yang mungkin melekat pada individu, dan membentuk sifat memori seumur hidup.

Penelitian tersebut baru-baru ini dipublikasikan secara online dalam jurnal Cortex.

"Selama beberapa dekade, hampir semua penelitian tentang memori dan fungsi otak telah memperlakukan orang dengan sama, seluruh individu," kata pemimpin penelitian, Dr Signy Sheldon asisten profesor psikologi di Universitas McGill.

"Namun seperti yang kita tahu, dari pengalaman dan membandingkan ingatan kita dengan orang lain, sifat memori orang-orang bervariasi. Studi kami menunjukkan bahwa sifat-sifat memori tersebut sesuai dengan perbedaan yang stabil dalam fungsi otak, bahkan ketika kita tidak meminta orang untuk melakukan tugas-tugas memori saat dipindai. "

Pada studi tersebut, sejumlah 66 orang dewasa muda yang sehat (berusia rata-rata 24 tahun) menyelesaikan kuesioner online -Survei dari Memori Autobiografi (SAM)- yang menggambarkan seberapa baik mereka mengingat peristiwa otobiografi dan fakta. Hasil survey lebih cederung terlihat orang-orang dengan Memori Autobiografi Sangat Unggul (Highly Superior Autobiographical Memory/HSAM) atau Memory Autobiografi Defisit Parah (Severely Deficient Autobiographical Memory/SDAM), seperti yang baru-baru ini dijelaskan oleh para peneliti memori. Hal ini memungkinkan peneliti untuk mempelajari variasi normal dalam memori otobiografi.

Setelah mengisi survei online, 66 peserta dipindai otaknya di Baycrest sembari beristirahat dengan difasilitasi citra resonansi magnetik fungsional. Sebuah teknik yang memetakan pola konektivitas otak, atau cara aktivitas terkorelasi dengan daerah otak yang berbeda.

KOMENTAR