Ada Gambar Tersembunyi di Balik Lukisan Mona Lisa
2015 / Desember / 10   18:09

Ada Gambar Tersembunyi di Balik Lukisan Mona Lisa

Menggunakan teknologi sinar reflektif, seorang ilmuwan Perancis menyebut bahwa ada gambar tersembunyi di balik lukisan Mona Lisa yang ikonik itu.

Ada Gambar Tersembunyi di Balik Lukisan Mona LisaWikipedia Commons

Kita semua tentu tahu lukisan potret Mona Lisa dengan senyumannya yang enigmatik itu. Baru-baru ini, menggunakan teknologi sinar reflektif, seorang ilmuwan Perancis menyebut bahwa ada gambar tersembunyi di balik lukisan Mona Lisa yang ikonik itu.

Banyak yang percaya, potret Mona Lisa yang tersimpan di Museum Louvre, Perancis, dipercaya sebagai sosok istri saudagar sutra asal Italia abad ke-16 bernama Lisa Gherardini. Tapi tidak sedikit juga yang meragukan fakta itu. Salah satunya adalah Pascal Cotte, yang menyebut gambar di balik Mona Lisa itulah Lisa yang “asli”.

Tak lupa ia memaparkan beberapa perbedaan antara Mona lisa yang terpampang jelas dengan Lisa yang “tersembunyi” di baliknya. Secara umum, dua gambar itu mirip. Tapi jika diperhatikan lebih seksama, seperti dikutip dari BBC, gambar perempuan yang tersembunyi menghadap ke samping sementara Mona Lisa menghadap ke depan. Perbedaan lainnya, jika Mona Lisa tersenyum, maka perempuan tersembunyi itu tidak.

Temuan Cotte ini kabarnya akan dibedah pada acara BBC Two berjudul Secrets of the Mona Lisa. Dalam acara itu, dihadirkan juga sejarawan seni Andrew Graham Dixon, yang secara khusus telah melakukan investigasi terhadap lukisan karya Leonardo da Vinci itu.

“Pencitraan ilmiah saya membawa kami ke dasar lapisan cat pada lukisan, dan berpotensi menguak rahasia yang telah tersembunyi selama 500 tahun. Hasil ini juga akan mendobrak mitos dan mengubah pandangan kami tentang tentang lukisan Leonardo itu selamanya,” Cotte mengatakan dalam sebuah rilis berita, seperti dilansir Mashable.

Sementara itu, ahli seni lainnya yang diwawancarai BBC memiliki keraguan atas apa yang disampaikan Cotte. “Saya benar-benar yakin bahwa Mona Lisa adalah Lisa,” tutur Martin Kemp, Profesor Emeretus Sejarah Seni Universitas Oxford. Senada dengan Kemp, Editor seni BBC, Will Gompertz, juga skeptis dengan hepotesis ini. 

(Moh. Habib Asyhad/Intisari Online)

KOMENTAR