Inilah Rahasia Menguasai 30 Bahasa
2015 / September / 6   17:05

Inilah Rahasia Menguasai 30 Bahasa

Sejumlah kajian menunjukkan bahwa seseorang yang mampu bercakap dalam berbagai bahasa dapat meningkatkan intensitas perhatian dan ingatannya.

Inilah Rahasia Menguasai 30 BahasaKaum awam kebanyakan kesulitan mengucapkan frasa-frasa sederhana dalam bahasa asing. (Getty)

Pada satu hari yang cerah pada sebuah balkon di Berlin, Tim Keeley dan Daniel Frasa melontarkan berbagai bahasa dari mulut mereka. Pertama mereka berbincang menggunakan bahasa Jerman, lalu Hindi, Nepal, Polandia, Kroasia, Mandarin, hingga bahasa Thailand. Secara keseluruhan, percakapan mereka memakai sekitar 20-an bahasa.

Dari balkon, saya menuju ruang dalam. Di sana saya menemukan kelompok-kelompok kecil yang anggotanya bercakap dengan bahasa-bahasa sulit. Mereka tengah bersiap mengikuti permainan yang menerjemahkan dua bahasa berbeda secara bersamaan. Bagi kaum awam, permainan seperti ini akan membuat pusing kepala. “Ini situasi yang biasa bagi kami,” ujar seorang perempuan bernama Alisa.

Saya tengah menghadiri pertemuan polyglot, suatu ajang yang dihadiri 350 orang yang mampu berbicara dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Klingon dalam film Star Trek. Pada pertemuan ini, saya mengetahui bahwa ada sejumlah orang yang sanggup menguasai sedikitnya 10 bahasa, seperti Keeley dan Frasa. Mereka dijuluki hyperglot.

Salah satu pakar bahasa paling mumpuni yang saya temui pada pertemuan ini ialah Richard Simcott. Pria yang mampu berbicara dalam 30 bahasa itu memimpin sekelompok polyglot berjuluk eModeration.

Lantaran hanya mengetahui sedikit bahasa Italia dan Denmark, saya merasa minder di antara para hyperglot. Namun, demi menggali pengetahuan dari kaum hyperglot, saya tetap berada pada pertemuan itu dan berupaya menggali rahasia mereka.

Apabila Anda mengetahui cara kerja otak, Anda akan memahami bahwa mempelajari bahasa bagi sebagian orang ialah sesuatu yang sulit.

Setiap manusia memiliki sistem memori yang berbeda, sedangkan menguasai bahasa memerlukan segenap kekuatan memori otak. Di dalam otak, terdapat memori prosedural yang berfungsi menyempurnakan logat bicara dan memori deklaratif yang berkemampuan mengingat kata-kata baru (suatu bahasa punya sedikitnya 10.000 kata baru ditambah gramatika). Kata-kata dan struktur kalimat tersebut kemudian harus diucapkan sepersekian detik sehingga harus diprogram dalam memori ‘eksplisit’ dan ‘implisit’.

KOMENTAR