Asal Usul Telur dan Kelinci Paskah
2018 / Maret / 29   15:00

Asal Usul Telur dan Kelinci Paskah

Di dalam Alkitab dituliskan bahwa Yesus wafat di kayu salib pada hari Jumat Agung dan hidup kembali tiga hari kemudian.

Asal Usul Telur dan Kelinci PaskahSeorang pemuda gereja melakukan performance saat memperingatiprosesi Jalan Salib di halaman gereja Santo Yusuf, Wonokerso, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, 18 April 2014. Umat Kristiani baik itu Kristen dan Katolik seluruh Indonesia memperingati hari raya Paskah untuk memperingati kematian Yesus Kristus di kayu salib. (Dwi Oblo/National Geographic Indonesia)

Paskah adalah hari raya umat Kristiani yang merayakan kebangkitan Yesus. 

Alkitab berkata bahwa Yesus wafat di kayu salib pada hari Jumat Agung dan hidup kembali tiga hari kemudian. 

Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahun.

Baca juga: Malala Yousafzai Kembali ke Pakistan Untuk Pertama Kalinya Sejak Ditembak Taliban

Perayaan Paskah di Gunung ...Perayaan Paskah di Gunung Gandul, Wonogiri, Jawa Tengah. (Dwi Oblo/National Geographic Indonesia)

Berkaitan dengan itu, terdapat beberapa tradisi modern yang umum dilakukan. 

Mengapa ada telur Paskah? 

Banyak orang mungkin sibuk memakan telur cokelat di Paskah, tapi awalnya memakan telur tidak diizinkan oleh gereja selama seminggu menjelang Paskah (dikenal sebagai Pekan Suci). 

Jadi telur-telur yang diletakkan pekan itu disimpan dan dihiasi untuk membuat mereka sebagai 'telur Pekan Suci', untuk kemudian diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah. 

Masyarakat pada zaman Victoria mengadaptasi tradisi tersebut dengan telur karton yang ditutup kain satin dan diisi dengan hadiah Paskah. 

Kenapa telur Paskah terbuat dari cokelat? 

Telur cokelat pertama muncul di Prancis dan Jerman pada abad ke-19 tetapi rasanya pahit dan keras. 

Seiring dengan membaiknya teknik pembuatan cokelat, telur berlubang seperti yang ada dewasa ini dikembangkan. 

Telur cokelat pun dengan sangat cepat menjadi populer dan tetap populer hingga kini. 

Kelinci Paskah itu apa? 

Kisah kelinci Paskah diperkirakan mulai dikenal sejak abad ke-19. 

Kelinci biasanya melahirkan bayi, sehingga mereka menjadi simbol kehidupan baru. 

Legenda mengatakan bahwa kelinci Paskah meletakkan, menghiasi dan menyembunyikan telur karena mereka juga merupakan simbol kehidupan baru. 

Kelinci biasanya tidak melakukan semua pekerjaan tersebut sendiri. Di Swiss, telur Paskah diantar oleh burung Elang, dan di sebagian wilayah Jerman oleh rubah.

Baca juga: Memanen Air di Udara, Cara Unik Atasi Kelangkaan Air

(Sumber: bbc.co.uk/indonesia)

KOMENTAR