Kisah Tongkat Sang Pangeran, Diponegoro
2017 / November / 10   11:00

Kisah Tongkat Sang Pangeran, Diponegoro

Tongkat pusaka Sang Pangeran dipulangkan dari Belanda ke Indonesia.

Kisah Tongkat Sang Pangeran, DiponegoroTongkat Pangeran Diponegoro (A Lost Pusaka Returned/Peter Carey/Infografik: Andriansyah/Kompas)

Ada kejutan pada malam pembukaan pameran "Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh hingga Kini" di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (5/2). Tongkat pusaka Sang Pangeran dipulangkan dari Belanda ke Indonesia.

Pengembalian tongkat itu mengejutkan karena benda tersebut sudah 181 tahun disimpan salah satu keluarga keturunan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jean Chretien Baud (1833-1834). "Saya juga tidak diberi tahu sebelumnya kalau ada penyerahan pusaka tongkat Pangeran Diponegoro pada acara pembukaan ini," kata Kepala Galeri Nasional Tubagus "Andre" Sukmana.

(Baca juga: Siasat Restorasi Mahakarya Koleksi Istana)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meresmikan pembukaan pameran yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Maret 2015 itu. Terkait pengembalian tongkat, Anies mengucapkan terima kasih. "Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, kami berterima kasih kepada keluarga Baud yang telah menyimpan dengan baik dan memulangkan pusaka tongkat Diponegoro ini kembali ke Pulau Jawa," katanya.

Pengembalian tongkat Diponegoro (1785-1855) juga disambut meriah para seniman, budayawan, dan pemerhati sejarah yang hadir di Galeri Nasional. Benda itu selanjutnya disimpan di Museum Nasional sebagai artefak penting milik negara dan rakyat Indonesia.

KOMENTAR