Jakob Oetama: Menjaga Api Jauh dari Kesan Menggurui
2014 / Desember / 18   09:02

Jakob Oetama: Menjaga Api Jauh dari Kesan Menggurui

Apa pendapat Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama mengenai buku kedua Agung Adiprasetyo?

Jakob Oetama: Menjaga Api Jauh dari Kesan MengguruiCEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo saat peluncuran buku keduanya berjudul Menjaga Api di toko buku Gramedia Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (17/12/2014). Setelah peluncuran buku pertamanya yang berjudul Memetik Matahari, buku kedua ini juga berisi motivasi bagi seorang profesional untuk meraih kesuksesan berdasarkan pengalaman Agung Adiprasetyo. (Herudin/Tribunnews)

CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo meluncurkan buku keduanya Menjaga Api. Apa pendapat Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama mengenai buku itu?

Melalui pengantarnya, Jakob menilai buku yang ditulis Agung dengan memungut fakta-fakta keseharian yang terjadi dan menjadi perhatian publik, berkat publikasi media massa dan buku akan memotivasi membangun dan meraih kesuksesan.

"Buku disampai dalam gaya yang ringan, tidak sarat kutipan dan analis ilmiah. Tapi menurut saya apa yang disampaikan justru mencapai sasaran yakni jadi advokasi dan motivasi bagi siapapun yang ingin sukses," kata Jakob.

Jakob menilai kedua buku Agung Adiprasetyo masuk dalam buku edukatif. Menjadi pemenang, merebut tempat di deretan paling depan adalah dua kutipan yang paling sering disampailkan motivator.

"Ambisi harus dimiliki tapi harus bersikap ugahari, jangan ambisius. Dua kalimat itu harus dibangun dan dipupuk terus setiap orang yang ingin sukses," katanya.

Ditambahkan Jakob, kesuksesan tidak diraih dengan cara-cara tidak etis, jauh dari penggalan petuah politis yang terlanjur salah kaprah Niccolo Machiavelly saat abad 16 yakni menghalalkan segala cara yang dalam turunan kongkret menzalimi pesaing, melainkan dengan mengembangkan diri dalam rel-rel etika meraih sukses.

"Yakni mengembangkan sikap dan meraih sukses lewat perjuangan keras yang keluar dari diri sendiri. Tidak melihat keluar tapi ke dalam," katanya.

Jakob menyebut, kutipan fakta publik yang ada dalam tulisan ditempatkan sebagai contoh, pelatuk penegas untuk premis-premis advokatif dan motivatifnya.

"Jauh dari sikap menggurui penulis ingin berbagi inspirasi sehingga bisa dipetik dan bermanfaat bagi pembacanya," katanya.

Jangan tergoda penampilan buruk

Saat memberikan kepercayaan kepada anak buah janganlah tidak pernah dipantau. Jangan pernah yakin kalau orangnya dipastikan baik selamanya.

"Walaupun sangat kita percayai tetap datangi, dicek, dilihat," kata CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo saat peluncuran buku Menjaga Api di toko buku Gramedia Jalan Palmerah Barat, Jakarta Rabu (17/12). .

Saat mempercayai seseorang, pimpinan cenderung pasrah dan yakin pasti jujur. "Namun pembiaran yang dilakukan justru akan membuka kesempatan untuk menyeleweng," katanya.

Agung mengingatkan jangan tergoda penampilan seseorang yang buruk. "Mungkin enggak mengesankan baik justru muncul dan menjadi pimpinan justru luar biasa," katanya.

Demikian halnya dengan kesuksesan adalah bawaan lahir. "Jangan pernah percaya bawaan lahir, sehingga jika dilahirkan dari orangtua yang biasa-biasa saja tetap hanya menjadi orang biasa, jangan model seperti itu," katanya.
Dalam buku Menjaga Api, Agung mencontohkan anak tukang becak yang justru menjadi lulusan terbaik. "Semua orang punya kesempatan sukses," katanya.

(Eko Sutriyanto/Tribunnews.com)

KOMENTAR