Petani Terapkan Irigasi Inovatif, demi Selamatkan Air
2014 / Agustus / 13   20:09

Petani Terapkan Irigasi Inovatif, demi Selamatkan Air

Petani ini ingin membantu menyelamatkan air dengan menerapkan sistem irigasi yang inovatif.

Petani Terapkan Irigasi Inovatif, demi Selamatkan Air (Thinkstock)

Air adalah perkara serius bagi Zach Hauser karena ladang pertaniannya terletak di Camp Verde, Arizona, dan ia (serta warga sekitar) bergantung pada Sungai Verde. Ladang seluas 600 hektar milik keluarga Hauser itu adalah salah satu ladang yang menggunakan banyak air di area tersebut.

"Sungai Verde adalah kunci masa depan kami di sini. Tanpa sungai itu, mungkin tidak akan ada pertanian di sini," kata Hauser.

Tak pernah menganggap dirinya sebagai pekerja lingkungan, namun dengan pragmatisme sederhana, ia bergabung dalam upaya penyelamatan Sungai Verde. Sungai ini adalah habitat 10 spesies ikan, lebih dari 90 spesies mamalia, dan kepadatan unggas tertinggi dalam sejarah Amerika.

"Lebih baik saya menjadi bagian dari solusi daripada bagian dari masalah," kata Hauser. Pernyataan ini sangat berarti bagi ahli hidrologi, Kim Schonek, yang menangani Sungai Verde dalam program Nature Conservancy.

Salah satu properti keluarga Hauser terletak di Parit Berlian S yang melayani daerah sekitar, yang artinya properti ini adalah tempat terakhir yang menerima air. Jika air tidak mengalir ke sana, maka tidak ada irigasi dan tidak ada ladang pertanian. Sedangkan beberapa tahun terakhir, ada bagian dari Sungai Verde yang kering kerontang.

Frank Geminden bekerja dalam irigasi, ia menggunakan dana dari kampanye Change the Course memasang sensor untuk memantau tingkat air di parit. Sebuah motor otomatis menaikkan dan menurunkan gerbang untuk membantu pengontrolan aliran air yang dibutuhkan petani. Penggunaan teknologi tersebut mengizinkan Hauser dan Geminden bekerja sama dengan Nature Conservancy dan mengalihkan sedikit air dari sungai.

"Jika ladang terakhir mendapatkan air, maka sistem ini berhasil," kata Schonek. Ia juga mengatakan bahwa menjaga air yang lebih dibutuhkan di saluran utama Sungai Verde tetap menjaga satwa liar dan meningkatkan kesempatan untuk berekreasi di lembah.

Hauser ingin lebih mengurangi penggunaan air. Ia sering kali membicarakan tentang menyelamatkan dan terus mencari cara untuk menghemat sumber daya, terutama waktu. Dan dalam hal menyelamatkan air, ia menggunakan teknologi yang lebih kuno.

Setiap bidang tanah pertanian Hauser memiliki waduk parit sendiri. Dari waduk, sebuah gerbang terbuka secara manual yang dapat mengatur aliran air ke dalam parit. Menurut Hauser, teknik ini membuat mereka lebih efisien dalam menggunakan air.

Namun, menyirami ladang pertaniannya dengan air masih membuang terlalu banyak air. Maka, Hauser dan keluarganya ingin memasang sistem irigasi yang mengairi ladangnya dari bawah melalui pipa berlubang. Hauser memperkirakan dengan sistem ini, mereka dapat menyelamatkan setidaknya sepertiga dari apa yang mereka gunakan saat ini.

Hauser menjelaskan, bahwa mengairi ladang pertanian dari atas tanah, menyisakan air yang akan terpanaskan oleh matahari. Setelah itu tanaman juga akan dipanaskan. "Ladang justru akan mendidih," kata Hauser.

Selain itu, ada keuntungan lainnya dengan sistem pengairan dari bawah. "Para petani yang menerapkan sistem pengairan dari bawah justru menyehatkan ladang pertanian."

Namun, untuk menerapkan sistem irigasi tersebut, masalahnya tertumbuk pada uang. Dibutuhkan dana sebesar $2.000 per hektar untuk memasukkan pipa untuk irigasi, dan itu belum mencakup pompa dan peralatan penyaringan.

Melihat keuntungan ekosistem yang akan timbul nantinya dengan menyelamatkan air Sungai Verde, Nature Conservancy berharap bisa menggalang dana untuk membantu menerapkan sistem irigasi kepada pertanian keluarga Hauser dalam waktu dekat.

(Carmen Russell)

KOMENTAR