Silakan konfirmasikan email Anda dengan mengisi kode aktivasi melalui halaman ini.

2014 / Juni / 5   18:28

Bidan Hellen Tantang Kepala Dinkes Temui Ibu yang Melahirkan Tokek

Menurut Hellen, sejauh ini Dinas Kesehatan setempat belum turun ke lokasi untuk melakukan klarifikasi mengenai fenomena ibu yang melahirkan tokek itu.

Bidan Hellen Tantang Kepala Dinkes Temui Ibu yang Melahirkan TokekTokek yang dikabarkan dilahirkan seorang ibu di Kupang, NTT, Jumat (30/5). (Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com)

Josephine Lydia Hellen Wadu, bidan yang diberitakan membantu Debi Nubatonis melahirkan seekor tokek pada 30 Mei lalu, menantang Kepala Dinas (Kadis) Kabupaten Kupang untuk turun ke lokasi. Hal itu demi membuktikan kebenaran ibu yang melahirkan tokek itu di rumahnya di Kampung Oemolo, Desa Oenuntono, Kecamatan Oemofa, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Kalau tidak percaya, Pak Kadis (Kadis Kesehatan Kupang) silakan turun langsung ke lapangan untuk lihat hasil pemeriksaan dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta ke rumahnya Ibu Debi Nubatonis, sehingga bisa tahu semua situasi yang terjadi, apakah benar atau tidak,” kata bidan Helen Wadu kepada Kompas.com, Kamis (5/6) malam. 

Menurut Hellen, sejauh ini dari Dinas Kesehatan setempat belum turun ke lokasi untuk melakukan klarifikasi dengan dirinya dan sang ibu yang melahirkan tokek itu. 

“Dari dinas belum datang karena itu dari pihak dinas saya persilakan untk cek langsung ke Kampung Oemolo, agar tidak ada yang ditutup-tutupi, dan juga dengan wartawan juga biar langsung dipublikasikan,” tandas Hellen. 

Hellen bahkan sudah menyiapkan foto dan video rekaman proses kelahiran ibu tersebut bila dibutuhkan pihak manapun untuk klarifikasi. 

Diberitakan, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Messe Ataupah mengaku tidak percaya dengan kabar tentang ibu yang melahirkan tokek di Kampung Oemolo, Desa Oenuntono, Kecamatan Oemofa, Kabupaten Kupang, Jumat (30/5). 

Menurut Messe, fenomena itu aneh dan tidak akan mungkin terjadi secara medis sehingga saat ini dirinya masih berusaha untuk melakukan klarifikasi dengan pasien maupun bidan yang menanganinya. 

“Memang saya belum bertemu untuk klarifikasi langsung dengan bidan tersebut, tetapi tampaknya ada yang tidak normal atau sedikit keanehan karena secara medis itu tidak mungkin terjadi,” kata Messe, Sabtu (31/5) malam. 

Bahkan Messe menuding kandungan pada pasien itu tidak terisi apapun alias kosong. Dia pun sudah melakukan koordinasi dengan Ikatan Bidan Indonesia untuk mengecek langsung ke lokasi. 

“Pada prinsipnya ada yang salah di sini. Entah sengaja atau tidak, saya harus cek ini. Yang jelas, kandungannya pasti kosong, dan untuk kejadian kehamilan seperti ini biasanya dinamakan Pseudocyesis atau hamil palsu. Kalau dibilang tokek yang keluar, ini saya kira ada permainan tertentu. Sebab, secara medis itu tidak mungkin karena beda genus, antara manusia dan reptil sangat jauh,” tambahnya.

(Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com)

KOMENTAR