4 Tips Mengurangi Efek Buruk Makanan Gorengan
2014 / Maret / 22   11:51

4 Tips Mengurangi Efek Buruk Makanan Gorengan

Agar makanan gorengan tidak melulu memberikan efek buruk untuk kesehatan, ini yang perlu Anda lakukan

4 Tips Mengurangi Efek Buruk Makanan GorenganSumardiono atau yang biasa di sapa Kang Sum melayani pelanggannya. | Wawan H Prabowo/Kompas

Jika ingin selalu sehat, kita selalu disarankan untuk mengonsumsi makanan yang direbus atau dikukus ketimbang digoreng. Makanan gorengan memang lezat, tapi jangan lupakan efek buruknya bagi kesehatan. Sebab, minyak goreng mengandung asam lemak jenuh yang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering, dan digunakan berulang kali. Lemak juga mengandung kalori, sehingga bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan berat badan.

Meskipun begitu, sebenarnya kita tetap perlu mengonsumsi lemak. Yang jadi masalah adalah memilih jenis lemak yang Anda konsumsi, demikian pendapat kolumnis New York Times , Mark Bittman.

Lemak tak jenuh lebih sehat daripada lemak jenuh, karena membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, serta risiko penyakit jantung. Agar makanan gorengan tidak melulu memberikan efek buruk untuk kesehatan, ini yang perlu Anda lakukan:

1. Pastikan suhunya tepat
Teknik deep-frying membutuhkan minyak dalam jumlah banyak dan suhu yang tinggi. Agar cara memasak ini tidak terlalu merugikan kesehatan , pastikan minyak selalu dalam suhu panas yang tepat (idealnya 170-185 derajat Celcius). Menggoreng dengan minyak yang belum cukup panas akan membuat bahan makanan menyerap minyak. Pastikan juga suhunya tetap sama. Jika Anda bermaksud mengurangi suhunya, lalu suhu minyak kurang pas, makanan Anda jadi berminyak.

Jika Anda menggunakan tepung untuk memasak, pastikan tepungnya tidak terlalu tebal. Tepung yang terlalu tebal juga akan menyerap minyak lebih banyak. Usai menggoreng, tiriskan dulu gorengan di atas tisu untuk mengurangi minyak yang menempel pada makanan.

2. Memasak sendiri dirumah
Dengan memasak sendiri di rumah, Anda bisa mengontrol bahan baku makanan. Misalnya, tidak menggunakan lagi minyak yang sudah menghitam dan kotor karena sisa-sisa masakan sebelumnya. Anda juga tidak akan menggunakan minyak bekas menggoreng ikan untuk menggoreng makanan lain sehingga aromanya menjadi amis.

Selain itu, Anda juga bisa memilih sendiri bahan baku yang masih segar dan lebih berkualitas.

3. Memilih bahan makanan yang sehat
Makin banyaknya mall yang dibuka membuat anak-anak semakin akrab dengan makanan gorengan , seperti nugget, kentang goreng, ayam goreng, atau sosis. Pada dasarnya, bahan apa saja memang bisa digoreng. Tetapi, hindari jenis makanan yang kurang sehat. Pilih sayuran renyah yang bisa digoreng tepung, seperti buncis, asparagus, atau brokoli dan kembang kol. Lalu, buat tepung pelapis yang tidak terlalu kental.

4. Mengonsumsi secukupnya saja
Apa pun yang berlebihan memang hasilnya tidak baik. Makanan gorengan bisa dihidangkan sebagai selingan saja. Bagaimana pun juga, deep-frying  bukan teknik memasak yang baik dilakukan secara rutin. Memasak dengan cara merebus, mengukus, atau memanggang dalam oven memang butuh waktu lebih lama, tapi ingatlah bahwa semua ini Anda lakukan demi tubuh Anda.

(Dini Felicitas. Sumber: tabloidnova.com)

KOMENTAR