Himmler, Petinggi Nazi Paling Brutal dan Kejam
2013 / Oktober / 24   14:51

Himmler, Petinggi Nazi Paling Brutal dan Kejam

Pria ini merupakan pelaksana harian pembantaian Yahudi dan kaum minoritas. Namun, kala terdesak, ia ingin menyerah dengan mudah.

Himmler, Petinggi Nazi Paling Brutal dan KejamPemimpim Waffen-SS Heinrich Himmler, kala itu berusia 44 tahun, berbincang dengan prajurit Waffen SS di barat. SS PK: Ege. (German Federal Archive)

Heinrich Himmler mungkin adalah petinggi Nazi yang paling kejam dan brutal. Sebagai pemimpin SS yang juga mengontrol Gestapo, ia merupakan "Ketua Pelaksana" holocaust. Sebagai pemrakarsa kamp konsentrasi dan Einsatzgruppen death squads, ia diperkirakan telah menjagal enam sampai sebelas juta kaum minoritas dengan cara-cara yang amat sadistik.

Himmler berasal dari kelas menengah Jerman. Ia dilahirkan pada 7 Oktober 1900 dari keluarga kepala sekolah Jerman. Ketika pasukan Schutzstaffel atau SS dibentuk, ia diangkat menjadi wakil komandan. Pasukan SS yang merupakan pasukan khusus untuk melindungi keselamatan Hitler dan para pemimpin Nazi lainnya, berkembang pesat di bawah kepemimpinan Himmler.

Hanya dalam empat tahun jumlah personelnya mencapai 54 ribu melalui lolos eugenetikaHitler. Pasukan ini yang mengeksekusi Ernst Rohm (Komandan SA) dan para petinggi Nazi lainnya yang berkhianat pada peristiwa The Night of the Long Knives tanggal 30 Juni 1934.

Peristiwa paling mengerikan setelah itu adalah ketikan pasukan SS mengusulkan dibentuknya dan sekaligus pelaksana program kamp konsentrasi. Pada 1941, mereka juga mengadakan kamp pembasmian di Polandia. Kamp jenis ini dilakukan holocaust bagi kaum Yahudi, bangsa Roma, homoseksual, komunis, dan penganut agama lain selai Nazi.

Pada 1945, kekuatan pasukan SS mencapai 800 ribu personel. Namun, tekanan pasukan sekutu membuat Himmler gentar juga dan mencoba mendiskusikan nasibnya dengan pihak Sekutu lewat perantara Count Folke Bernadotte dari Lubeck, Swedia.

Namun, keberuntungan tak memihaknya. Rencana perundingan gagal. Hitler yang mengetahui rencana tersebut langsung memecatnya. Untunglah Hitler keburu bunuh diri dan perang segera berakhir. Himmler kemudian menjadi penjahat perang yang paling dicari pihak Sekutu.

Pada 22 Mei 1945, ia ditangkap pasukan Inggris di Bremen dan diajukan ke pengadilan milter di Nuremberg. Namun, sehari kemudian, saat akan diajukan di pengadilan, di penjara Luneburg, ia memilih bunuh diri menenggak pil siandia.

(Gatot Rahardjo. Sumber: angkasa.co.id)

KOMENTAR