Segera: Bioskop Bersudut Pandang 270 Derajat

Segera: Bioskop Bersudut Pandang 270 Derajat

Teknologi terbaru ini menandai awal dimulainya era format tiga layar pada bioskop.

Segera: Bioskop Bersudut Pandang 270 DerajatTiga kamera merekam secara simultan untuk film berformat ScreenX "The X". (Busan International Film Festival)

Format baru yang memungkinkan penonton menyaksikan film panoramik dengan sudut pandang hingga 270 derajat akan tersedia di jaringan bioskop Korea Selatan, bulan ini. Melengkapi layar lebar yang ada di depan bangku penonton, bioskop tersebut juga menggunakan dinding sisi kiri dan kanannya sebagai layar tambahan.

ScreenX, teknologi yang dikembangkan oleh CJ CGV, jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan, pertamakali diungkapkan pada ajang International Film Festival, pekan lalu. Ketika itu, mereka menayangkan film thriller "The X" berdurasi 30 menit yang disutradai oleh Kim Jee-Woon.

Film tersebut menandai awal dimulainya era format tiga layar pada bioskop.

Kim, sutradara film aksi "The Last Stand" yang dibintangi Arnold Schwarzenegger menyebutkan, teknologi ini membawa pengalaman yang luar biasa pada penonton bioskop. Ia menyebutnya sebagai IMAX versi horizontal, sebuah format yang menawarkan ukuran dan resolusi yang jauh lebih tinggi dibanding film biasa.

Agar dapat membuat ScreenX, produsen film harus menggunakan tiga kamera untuk mengambil adegan yang sama secara simultan dari sudut yang berbeda demi menghadirkan efek "surround" yang lebih luas. "Layar di depan Anda kini sudah terisi penuh," kata Kim. "Teknologi baru ini menyediakan pengalaman baru bagi penonton," ucapnya.

Film The X menunjukkan kemampuan format baru tersebut. Awalnya, pengunjung tampaknya bingung harus melihat ke kiri, kanan, ataupun lurus ke depan sebelum merasakan sendiri pengalaman baru yang ditawarkan. "Sangat menyenangkan. Pada dasarnya saya tidak suka film 3D atau 4D, tetapi teknologi ini membuat saya seperti berada di dalam film tersebut," kata Jung Gwang-Soo, seorang siswa berusia 19 tahun.

CJ CGV, yang juga memiliki jaringan di Cina, Hong Kong, dan Amerika Serikat, telah menguji coba teknologi ini pada iklan. Namun mereka tak bersedia mengungkapkan biaya instalasi bioskop seperti itu. Menurut Dow Jones, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp1,6 sampai Rp2,1 miliar per studio.

Instalasi bioskop itu sendiri memiliki banyak tantangan, mengingat efek yang dirasakan penonton akan berkurang jika bangku mereka berada di bagian pinggir dari studio.

Sistem bioskop bersudut pandang luas ini sendiri akan tersedia pada 31 bioskop di seluruh Korea Selatan pada akhir Oktober ini. Beberapa film yang dapat memanfaatkan teknologi baru tersebut akan hadir dalam 12 bulan ke depan.

(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

KOMENTAR