Perubahan Karakter Merapi Menarik Vulkanolog Dunia

Sebelum 2010, letusan Merapi biasanya diawali dengan pembongkaran kubah lava dan diakhir penyumbatan.

bencana alam,merapi,mentawai,eyjafjallajökull,gempa,chiliSurahyo/Fotokita.net

Perubahan karakter Gunung Merapi di Yogyakarta pasca-letusan 2010 menarik para vulkanolog dunia untuk meneliti lebih jauh. Beberapa vulkanolog dunia akan bergabung dengan para peneliti Indonesia, antara lain dari Eropa, Jepang dan Amerika Serikat.

"Riset Dome Merapi akan dimulai tahun 2013," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) Surono, Rabu (19/12). Inisiator penelitian adalah PVBMG-Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan International Research for Development, Prancis.

"Dari Indonesia, selain dari PVBMG, kami mengajak para ahli dari UGM (Universitas Gadjah Mada) dan ITB (Institut Teknologi Bandung)," katanya.

Surono mengatakan, tim dari peneliti akan fokus mempelajari bagian bawah permukaan Merapi dengan metode tomografi. Selain itu, akan dipelajari emisi gas Merapi seperti CO2 dan SO2.

Pengetahuan itu diharapkan bisa mempelajari karakter letusan Merapi yang akan datang. Sebelumnya, sepanjang 2007-2010, riset di Merapi difokuskan pada upaya mempelajari risiko bencana Merapi, aspek sosialisasi, pelatihan, dan peta risiko bencana.

"Kali ini kami fokus ke soal geofisika, geokimia, dan geologi guna memperkuat sistem pemantauan Merapi," katanya.

Merapi merupakan salah satu gunung api di Indonesia yang berubah karakternya sejak meletus 2010. Selain Merapi, yang berubah adalah Gunung Lokon di Sulawesi Utara yang terus-menerus meletus sejak Juli 2011.

Perubahan karakter gunung api, menurut Surono, membutuhkan perubahan dalam pemantauan. Salah membaca perubahan karakter gunung api bisa berakibat fatal karena salah melakukan antisipasi.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Badan Geologi Subandriyo mengatakan, sebelum 2010, letusan Merapi biasanya diawali dengan pembongkaran kubah lava dan diakhir penyumbatan.

Setelah erupsi 2010, kubah lava yang terbentuk kecil sehingga kerap terilhat embusan asap. "Dulu Merapi banyak melakukan guguran lava pijar, sekarang embusan asap," katanya.

(Zika Zakiya. Sumber: Kompas)

QR Code

Tutup
 

Berita Terkait


 

Berita Lainnya


 

Komentar


 

Majalah

Edisi April 2014

Langganan →

Indeks Feature →

Polling

Loader