Silakan konfirmasikan email Anda dengan mengisi kode aktivasi melalui halaman ini.

Pesawat N-250, Titik Terang Industri Dirgantara Indonesia

Kebangkitan industri dirgantara adalah dengan pembuatan pesawat N-250 dan N-2130.

Pesawat N-250, Titik Terang Industri Dirgantara IndonesiaIlustrasi pesawat terbang. (Thinkstockphoto)

Industri dirgantara di Indonesia tampaknya mulai bangkit. Mantan Presiden Indonesia BJ Habibie menyatakan, siap untuk memproduksi pesawat buatan dalam negeri yakni pesawat N-250 dan pesawat jet penumpang N-2130.

“Industri dirgantara di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan. Perlu adanya langkah untuk mengembalikannya mengingat pasar udara di Indonesia kian meningkat,” kata Habibie saat mengunjungi wahana pendidikan terlengkap di Indonesia yakni Taman Pintar Yogyakarta, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (15/8).

Habibie menjelaskan, teknologi kedirgantaraan mengalami penurunan sumber daya manusia. Dari sekitar 16.000 orang menjadi 3.000 orang saja. Di antara mereka justru mencari pekerjaan di luar negeri. Kata Habibie, hal ini bisa terjadi karena pengaruh globalisasi yang membuka pasar luar negeri.

“Sebenarnya SDM Indonesia mampu melakukan produksi dalam negeri tentu saja dengan memberikan pembinaan khusus serta memberikan akses pekerjaan luas pada calon-calon ahli,” tegas mantan Menristek itu.

Habibie melanjutkan, terkait dengan kesiapan dirinya untuk terjun dalam industri pesawat terbang, ia mengundang semua pihak untuk bisa berpartisipasi. Setiap orang dimungkinkan untuk menginvestasikan sahamnya dalam pembuatan pesawat N-250 dan N-2130.

Sementara itu, cara lain untuk mengembangkan teknologi kedirgantaraan Indonesia adalah menyalurkan dalam wahana edukasi anak-anak. Dengan banyaknya wahana edukasi dirgantara, maka anak-anak sebagai generasi penerus akan termotivasi untuk belajar kedirgantaraan.

“Kami akan men-support pengembangan wahana edukasi teknologi kedirgantaraan di beberapa daerah," ujar Habibie.

Kepala Taman Pintar Yogyakarta Ita Rustanti mendukung penuh penerapan teknologi kedirgantaraan dalam wahana edukasi untuk anak. “Anak-anak akan lebih termotivasi belajar dan diharapkan mampu mencetak ahli-ahli dirgantara Indonesia,” tandasnya.

Ke depannya, Taman Pintar Yogyakarta akan lebih mengakomodasi pengembangan teknologi kedirgantaraan dengan mengadakan simulasi pesawat terbang. Disediakan pula replika model-model pesawat yang diproduksi oleh Indonesia yang sudah dipajang di Gedung Oval Taman Pintar. Replika ini merupakan sumbangan dari Habibie.

(Olivia Lewi Pramesti)

KOMENTAR