Lensa Kontak Fokus Rangkap untuk Pandangan Lebih Luas

Dengan menggunakan lensa kontak ini, penglihatan seseorang dapat berfokus pada dua hal sekaligus.

lensa kontak,manusia,Greg Dale/National Geographic Society/Corbis

Sebuah lensa kontak mutakhir, iOptik, tengah dikembangkan oleh sebuah perusahaan asal Amerika, Innovega. Lensa ini dirancang untuk digunakan berpasangan dengan unit HUD (head up display) -- kaca mata yang memungkinkan sebuah gambar diproyeksikan ke lensa-lensanya.

Saat dipakai kaca mata ini memungkinkan penggunanya fokus pada dua hal sekaligus sehingga menghasilkan pandangan yang lebih luas. Kedua informasi akan diproyeksikan pada lensa-lensa kaca mata. Hal ini dilakukan dengan dua filter yang berbeda.

Bagian sentral dari masing-masing lensa mengirim cahaya dari HUD ke bagian tengah pupil, sementara bagian luarnya mengirim cahaya dari lingkungan sekitar ke lingkar pupil. Retina mata menerima masing-masing gambar pada fokus secara bersamaan. Proses pengembangan kaca mata ini masih dalam tahap purwa rupa dan perusahaan berharap dapat melisensikan teknologinya untuk dijual bebas.

Salah satu bentuk pengaplikasiannya adalah menonton film 3D di kaca mata, memungkinkan pengguna melihat apa yang tampak di layar besar di kaca mata mereka. Di mana masing-masing lensa memroyeksikan gambar yang berbeda.

Lensa ini masih dalam tahap pengujian klinis sebagai bagian dari proses perijinan dari US Food and Drug Administration. Meski begitu perusahaan yakin teknologi ini bisa mulai dipasarkan pada akhir 2014.

Lembaga Pertahanan Amerika Serikat disebut-sebut telah memesan teknologi lensa fokus rangkap ini untuk keperluan militer, demi memperluas penglihatan para tentara di medan perang.

Sementara itu Profesor Gary Rubin, ahli mata dari Institute of Ophthalmology, University College London menilai teknologi lensa seperti ini tidak baik bagi orang-orang yang pernah menjalani operasi katarak, serta berpotensi menimbulkan motion sickness - rasa mual yang muncul karena gerakan seperti saat berkendara atau mabuk perjalanan.

"Saya ragu apakah lensa kontak multi-focal merupakan solusi yang tepat. Jika kita berjalan dengan mengenakan HUD di kepala, gambar yang diproyeksikan di lensa dapat menutupi pandangan sekeliling atau pusat kita. Dan jika lensa tersebut memperbesar gambar atau mengubah cara geraknya ketika mata kita bergerak, kita bisa mengalami motion sickness," papar Profesor Rubin.
(Ni Ketut Susrini. Sumber: BBC)

QR Code

Tutup
 

Berita Terkait


 

Berita Lainnya


 

Komentar


 

Majalah

Edisi Mei 2013

Langganan →
  • Nusa Nan Resah

    Nusa Nan Resah

    Hingga detik ini, Sulawesi masih menciptakan sekat bagi para penghuninya.

  • Menembus 100

    Menembus 100

    Gen kita menyimpan rahasia umur panjang. Kini, ilmuwan mulai mengungkapnya.

  • Suaka Rusia

    Suaka Rusia

    Relik purba nan membeku itu suaka bagi margasatwa. Inilah Pulau Wrangel.

  • Meretas Kebisuan

    Meretas Kebisuan

    Penindasan, Ketakutan, dan Keberanian di Zimbabwe

  • Memupuki Dunia Kita

    Memupuki Dunia Kita

    Inilah cara menanam seluruh keperluan pangan dengan mengurangi zat kimia.

  • Urat Nadi Cina Kuno

    Urat Nadi Cina Kuno

    Kanal berusia 1400 tahun ini mempersatukan wilayah utara & selatan Cina.

Indeks Feature →

Polling

Loader