Budaya, Penghubung Indonesia dengan Iran

Bertemakan "Menjembatani antara Timur dan Barat Dunia Islam", penyelenggaraan Pekan Budaya Iran secara baik dilihat dapat membuka cakrawala baru hubungan internasional antara Republik Islam Iran dengan Indonesia. Artinya sebagai penghubung dan media pertukaran kebudayaan yang bersifat konstruktif di antara dua bangsa.

Demikian disampaikan pada pembukaan pekan budaya di Museum Nasional, Jakarta. Hadir di dalam acara itu antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Moh. Nuh serta Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri. Pekan budaya yang berlangsung 8-13 Maret ini sudah kali keempat diselenggarakan.

Seyyed Muhammad Husaini, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Republik Islam Iran mengatakan, Islam merupakan pilar terpenting dari kesamaan budaya. Dan pekan budaya, menurut Husaini, menjadi momen penting baik bagi Iran maupun Indonesia untuk menengok kembali kesamaan-kesamaan tersebut.

"Budaya adalah terminologi yang sejak dulu kala berperan dalam proses pembentukan kehidupan sosial. Hubungan erat kedua negara dapat tercermin dari kedekatan budaya ini," ungkapnya.

Sementara Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh mengharapkan, kelanjutan dari pekan budaya semacam ini tidak lain bisa memperluas hubungan kerja sama politik dan perdagangan antarnegara.

"Ikatan hubungan budaya dan peradaban tua warisan agung masa lampau, hingga kini masih tetap terjaga. Di masa kontemporer ini, kehendak dan keinginan serius kedua bangsa dan negara ini yakni memperkuat, mengembangkan hubungan tersebut, memanfaatkan pengalaman-pengalaman interaksi budaya yang berharga," tambahnya menjelaskan.

(Gloria Samantha)

QR Code

Tutup
 

Berita Terkait


 

Berita Lainnya


 

Komentar


 

Majalah

Edisi Agustus 2014

Langganan →

Indeks Feature →

Polling

Loader