Yusuf Ahmad, Siap Berbagi Hadiah Dengan Kaum Buruh

fotografi,indonesia,fotokitaYusuf Ahmad (kanan)/Hafidz Novalsyah-NGI

Wajah Yusuf Ahmad sama sekali tak memancarkan emosi ketika namanya dipanggil ke atas panggung. Ekspresi sumringah baru terlihat ketika anggota tim Dewan Juri FOTOKITA Award 2011, Reynold Sumayku, memberikan hadiah uang Rp40.000.000 juta secara simbolis.

Itu adalah jumlah hadiah yang berhak diterima Yusuf setelah fotonya 'Buruh, di Antara Realita dan Masa Depan' berhasil menyabet juara pertama kategori Foto Cerita. Ya, Yusuf, yang merupakan fotografer lepas kantor berita Reuters, berhasil mengalahkan 678 foto cerita lainnya.

Penyerahan hadiah dilakukan pada Malam Penganugerahan Pemenang dan Pameran Foto FOTOKITA Award 2011 di Blitz Atrium West Mall level 8 Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, Jumat (10/2). Foto Yusuf dianggap bisa memahami tema 'Populasi Tujuh Miliar' dan tidak digambarkan secara umum.

"Foto-foto yang ditampilkannya bisa menggambarkan simbol. Tidak hanya menampilkan kemuraman, tapi juga harapan," ujar Managing Editor National Geographic Indonesia Didi Kasim. "Foto-fotonya terhubung. Ada koneksi antara yang melihat dengan foto itu sendiri."

Yusuf, pria kelahiran Luwu, Sulawesi Selatan, sebelumnya tidak menyangka  foto jepretannya membawa rezeki uang sebanyak itu. Tadinya ketika mengambil foto ini, Yusuf hanya tengah menunaikan tugasnya mengabadikan Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei.

"Banyak yang lebih memilih mengambil foto demo buruh, saya lebih suka mengambil foto buruh yang benar-benar buruh," kata Yusuf. "Saya ambil foto ini di Pelabuhan Paotere, Makassar, di mana melibatkan orangtua, anak-anak di bawah umur yang semestinya bersekolah," tambah pria lulusan Universitas Hasanuddin itu.

Yusuf juga sudah tidak asing lagi dengan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia Timur. Sebab, di wilayah inilah tempat kelahiran dan lokasi penempatannya. Tapi jika bisa memilih, Yusuf lebih suka ditempatkan di Indonesia yang lebih terpelosok lagi."Cita-cita saya untuk meliput daerah lebih terpencil lagi karena saya mau melihat realita yang ada," kata pria kelahiran tahun 1975 ini.

Dengan jepretan kameranya, Yusuf bisa menunjukkan pada dunia luar jika dunia perburuhan Indonesia masih dipenuhi anak-anak usia sekolah. Mereka mendapat upah hanya Rp25.000-Rp75.000 per harinya dan terpaksa bekerja seharian bersama sanak-keluarga yang juga terikat dalam lingkaran perburuhan.

Kini, Yusuf punya 'senjata' lain yakni hadiah uang yang baru saja diterimanya. Menurut rencana, Yusuf akan mencari buruh anak yang menjadi objek fotonya untuk kemudian berbagi hadiah uang tersebut.

"Pasti akan saya sumbangkan ke buruh yang ada di sini (dalam foto). Saya akan cari mereka," kata Yusuf tanpa mau merinci jumlah bantuannya.

Lihat hasil bidikan Yusuf di sini

(Zika Zakiya)

QR Code

Tutup
 

Berita Terkait


 

Berita Lainnya


 

Komentar


 

Majalah

Edisi April 2014

Langganan →

Indeks Feature →

Polling

Loader