NG pertamaNational Geographic Society didirikan pada Januari oleh 33 orang. Di akhir bulan, jumlah itu bertambah menjadi 165 orang dan memilih Gardiner Greene Hubbard sebagai Presidennya. Oktober, majalah National Geographic edisi perdana terbit.
1889
Foto Luar PertamaLaut Chukchi, foto outdoor pertama yang dipublikasikan di majalah National Geographic. Namun, foto ini baru muncul pada Juli 1890.
1890
Embara AwalNational Geographic Society meluncurkan ekspedisi pertama ke Gunung St.Elias di Alaska –lokasi yang belum terjamah sebelumnya. Mereka memetakan lokasi, menamai berbagai gletser yang ada, dan menemukan Gunung Logan -puncak tertinggi di Kanada.
1893
Pertemuan Ahli BumiDalam Chicago Worlds’ Fair, National Geographic Society menjadi tuan rumah bagi pertemuan pertama para ahli ilmu Bumi di Amerika Serikat.
1896
Ketika monograph diluncurkan secara sporadis, majalah National Geographic berubah menjadi “ilustrasi bulanan,” menampilkan ilustrasi yang tidak berbiaya mahal. John Hyde, seorang ahli statistik dari US Agriculture Departement, menjadi Editor-nya.
1897
Hubbard WafatSetelah sepuluh tahun menjabat sebagai Presiden National Geographic Society, Gardiner Greene Hubbard, wafat pada bulan Desember.
1898
Presiden BaruAlexander Graham Bell terpilih sebagai Presiden kedua National Geographic Society, menggantikan mendiang bapak mertuanya, Gardiner Greene Hubbard.
1899
Karyawan Tetap PertamaGilbert H.Grosvenor, berusia 23 tahun, tiba di Washington D.C untuk menjadi karyawan tetap pertama National Geographic Society.
1903
Editor BaruGilbert H.Grosvenor ditunjuk sebagai Direktur National Geographic Society dan Editor. Pada tahun yang sama, NGS mendukung Ekspedisi Kutub Ziegler. Namun, misi ini gagal menaklukkan Kutub Utara.
1904
Markas BaruHubbard Memorial Hall, pusat dari kompleks National Geographic Society Washington D.C, rampung dikerjakan.
1905
Pembaca majalah National Geographic melonjak. Sebagai dampaknya, lebih banyak foto yang ditampilkan.
1906
Gilbert H.Grosvenor sebagai Direktur National Geographic Society merangkap Editor, menurunkan 74 foto yang dibuat oleh pioner foto alam liar, George Shiras. National Geographic akhirnya “membuka diri” pada foto alam liar dan ditandai dengan foto edisi Juli yang menampilkan imaji dramatis hewan-hewan liar yang berlarian.
1907
National Geographic Society mempersiapkan peta Kutub Utara untuk laporan Ekspedisi Kutub Ziegler. Di saat bersamaan, mereka juga mensponsori usaha Robert E.Peary menuju ke Kutub.
1909
SokonganNational Geographic Society mendukung klaim dari Robert E.Peary bahwa dirinya sudah mencapai Kutub Utara.
1910
Wajah BaruFebruari, National Geographic dalam tampilan baru. Warna kekuningan yang di pinggiran majalah juga akhirnya secara perlahan berevolusi menjadi bujur sangkar berwarna kuning terang dan bertahan hingga saat ini.
1911
Warna BaruFoto yang diwarnai tangan terpilih untuk memberi ilustrasi mengenai “Orang non-Kristen di Pulau Filipina” dan terbit di edisi November.
1912
Ekspedisi kerja sama antara National Geographic Society dengan Ekspedisi Yale Peruvian ke Machu Picchu, menjadi awal pewartaan mengenai dunia arkeologi.
1914
Kemajuan fotoAutokrom pertama diterbitkan pada edisi Juli. Menjadi penanda kemajuan foto berwarna di National Geographic. Pada tahun yang sama pula, O.H Tittmann terpilih sebagai Presiden National Geographic Society.
1915
National Geographic Society menugaskan seniman Louis Agassiz Fuertes untuk menggambarkan seri ilustrasi dari burung-burung Amerika Utara. Diterbitkan di halaman tambahan National Geographic.
1916
Tibet Keanggotaan National Geographic Society melewati angka setengah juta orang. Pada tahun ini terbit pula foto dari Tibet yang saat itu masih merupakan kerajaan tertutup bagi dunia luar.
1919
PillsburyAhli kelautan John Elliot Pillsbury menjadi Presiden National Geographic Society yang baru.
1920
Gilbert H.Grosvenor terpilih menjadi Presiden National Geographic Society yang baru sekaligus sebagai Editor.
National Geographic Society bekerja sama dengan Ekspedisi Smithsonian Chaco Canyon yang dipimpin Neil Judd, mengekskavasi Pueblo Bonito di New Mexico, AS.
1921
Salah satu tulisan edisi Januari berjudul “Every-Day Life in Afghanistan” menjadi perhatian tersendiri karena konon ditulis berdasarkan “catatan rahasia” seorang Eropa yang berhasil masuk ke dalam negara tertutup itu. Ia menyamar dengan nama Haji Mirza Hussein, di mana nama sebenarnya adalah Kapten Oskar von Niedermeyer yang dianggap “salah satu agen Jerman tercerdas di penjuru timur”.
1924
Carlsbad CavernsSalah satu tim National Geographic berhasil mendokumentasikan foto berwarna pertama dari Gua Carlsbad Caverns di New Mexico, AS. Foto diambil dalam kondisi menakutkan karena saat pemotretan, tim ini melihat salah satu stalaktit seberat 100 ribu ton yang menghiasi langit-langit Carlsbad Caverns, jatuh dan pecah di lantai gua.
1925
Radio KomunikasiEkspedisi MacMillan Arktika adalah yang pertama menggunakan aviasi dan radio komunikasi dalam eksplorasi kutub.
1926
Foto bawah laut berwarna pertama dihasilkan lewat “perjuangan” ahli biologi kelautan William Longley dan fotografer Charles Martin. Untuk bisa menghasilkannya, mereka harus membawa bubuk kilat yang setara dengan 2.400 lampu bohlam. Meski mengalami luka bakar, mereka berhasil mendokumentasikan perairan dangkal di Dry Tortuga, Florida Keys, AS.
1928
Satu dari dua ekspedisi National Geographic Society yang disponsori Ekspedisi Byrd Antartika memetakan ribuan kilometer persegi dan menamai ratusan puncak di Antartika melalui udara. Ekspedisi berlangsung hingga 1930.
1929
Dalam edisi September, Elmer W.Brandes menggambarkan petualangannya ke Papua Nugini. Dengan tujuan awal mencari varietas resisten dari tebu, ia bertemu dengan suku zaman batu di salah satu pesisir sungai yang memiliki “sudut sihir dan kanibalisme yang belum pernah ditemui sebelumnya".
1930
Pasangan penjelajah, Richard E.Byrd dan William Beebe, mencatat lebih dari 30 penyelaman laut. Mereka mendeskripsikan penemuan selama di bawah air kepada jutaan pendengar melalui siaran radio NBC.
1931
Maynard Williams dipilih Nationa Geographic Society untuk mengikuti Ekspedisi Citroen-Haardt Trans- Asiatic. Pada April 1931, mereka melintasi gurun pasir di Suriah dan Iran sebelum akhirnya menuju Afganistan.
1932
Pada bulan April, Maynard Williams bersama tim dari Ekspedisi Citroen-Haardt Trans-Asiatic, berhasil melintasi Asia dalam waktu 314 hari.
1934
William Beebe dan Otis Barton menyelam hingga kedalaman 0,80 kilometer. Rekor kedalaman ini bertahan hingga 15 tahun.
1935
Balon stratosfer National Geographic Society dan Angkatan Udara AS, Explorer II, berhasil mencapai ketinggian 72 ribu kaki (sekitar 14 mil), rekor ini bertahan hingga 21 tahun.
1936
Luis Marden menjadi “ancaman tiga lapis” di zamannya. Sebab, selain menjadi penulis dan fotografer untuk National Geographic, Marden juga mampu membuat film dan bahan ajar di film 16 milimeter. Semua dilakukannya saat berada di wilayah terpencil.
1938
Satu dari tujuh ekspedisi yang didukung National Geographic Society ke selatan Meksiko berhasil membuka sisa reruntuhan dari peradaban Olmec yang hilang di Amerika Tengah.
1939
Dalam edisi Desember, Baronnes Irina-Ungern Sternberg menceritakan mengenai tanah leluhurnya di Estonia. Namun, tak sekali pun ia menyebut bahwa saudara laki-lakinya adalah “Mad Baron” dari Mongolia, tiran kejam yang saat Perang Sipil Rusia berusaha membangun monarki dan kekaisaran Buddha yang membentang dari Eropa hingga Cina.
1941
Saat AS mendeklarasikan perang pada Desember 1941, tujuan utama National Geographic adalah membantu kesuksesannya. Gilbert H.Grosvenor, Presiden National Geographic Society, menyerahkan foto dan peta, yang lengkap dengan kota, pelabuhan, jalur kereta, bahkan hingga jejak karavan, untuk pejabat pemerintahan.
1942
Seluruh persediaan National Geographic edisi November untuk dikirim ke Inggris tenggelam di dasar Samudra Atlantik. Grosvenor mengusahakan kembali pencetakannya dan dikirim ulang ke Inggris. Usaha kedua ini berhasil.
1944
W.Robert Moore, salah satu koresponden National Geographic, memberitakan Perang Dunia II dari seluruh penjuru Pasifik, salah satunya dari Pulau Marshall.
1945
Fotografer laut David Douglas Duncan dibuat terpesona dengan kaum gerilyawan Fiji yang berperang melawan pasukan Jepang. Dalam tulisannya berjudul; “Fiji Patrol on Bougainville” di National Geographic edisi Januari 1945, ia menggambarkan kaum gerilya itu, “tenang dan santai, mereka melepaskan tembakan dengan kecepatan luar biasa tapi dengan fokus sepenuhnya.”
1948
Ekspedisi yang didukung National Geographic Society berhasil mendapat izin masuk ke bagian Kerajaan Nepal –pertama kalinya dalam waktu satu dekade. Ekspedisi ini berhasil menemukan burung spiny babler (Turdoides nipalensis), burung yang saat itu diperkirakan sudah lama punah.
1949
Mulai dari tahun ini hingga 1956, National Geographic Society dan Palomar Observatory Sky Survey mengatalogkan 89 juta benda angkasa.
1952
Dolbrotus mardeni, kutu laut yang ditemukan Luis Marden -fotografer, penulis, dan pembuat film National Geographic- pada lobster, muncul bersama foto antik perayaan Lobsterfest di Maine, AS.
1954
Gilbert H.Grosvenor, pensiun sebagai Presiden National Geographic Society dan John Oliver La Gorce tepilih menjadi penggantinya. La Gore juga merangkap Editor National Geographic dan melanjutkan kebijakan Grosvenor sebelum akhirnya pensiun pada tahun 1956.
1956
Proyek yang dilakukan sejak tahun 1949 antara National Geographic Society dan Palomar Observatory Sky Survey berhasil memetakan langit malam dan menambah luas luar angkasa yang diketahui menjadi 25 kali lebih banyak. Proyek ini diketahui berhasil memetakan 89 juta benda angkasa yang terdiri dari komet, bintang, asteroid, planet, galaksi, bahkan quasar.
1957
Melville Bell Grosvenor, anak dari Gilbert H.Grosvenor terpilih sebagai Presiden National Geographic Society yang baru. Pada tahun yang sama Luis Marden -fotografer, penulis, dan pembuat film National Geographic- menemukan sisa-sisa dari H.M.V.S Bounty –kapal milik Inggris yang tenggelam dan terbakar pada 1790.
1958
The Bones of The Bounty, menjadi film pertama National Geographic yang disiarkan melalui saluran TV NBC. Ini merupakan kisah penemuan bangkai kapal Inggris, H.M.V.S Bounty oleh Luis Marden.
1959
Ahli biologi alam liar, Frank dan John Craighead, memulai studi selama tiga dekade mengenai beruang grizzly. Penelitian dilakukan mulai dari pelacakan gelombang radio hewan-hewan yang dipasangi ban leher.
1960
National Geographic mulai membantu fotografi spesial untuk Projek Merkuri NASA. Pada tahun ini juga dimulai eksplorasi dunia gurita, cumi-cumi, dan makhluk laut lainnya. Ini merupakan buah dukungan National Geographic Society pada Gilbert Voss. Dari Voss pula diketahui bahwa aktivitas manusia turut merusak terumbu karang.
1961
National Geographic Globe pertama dirilis. Pada tahun ini pula National Geographic Society mensponsori Jane Goodall, yang mana hasil observasinya mengenai simpanse di Tanzania akan jadi titik awal studi perilaku hewan.
1962
Dalam edisi November, salah satu feature berjudul “Helicopter War in South Viet Nam” menampilkan foto pertama tentara AS yang terlibat pertempuran di Vietnam.
1963
Perayaan 75 tahun National Geographi Society diperingati dengan keberhasilan menaklukkan Gunung Everest oleh tim American Mount Everest Expedition. Saat itu, mereka adalah tim keempat dalam sejarah yang berhasil mencapai puncak Everest.
1965
Warga AS menyaksikan program spesial Americans on Everest di stasiun TV CBS. Desember kemudian, program ini diikuti oleh Miss Goodall and the Wild Chimps, menampilkan Jane Goodall –perempuan yang mengabdikan dirinya untuk keberlangsungan hidup simpanse.
1966
Musik untuk National Geographic, National Geographic Fanfare, diperdengarkan untuk pertama kalinya dalam program Voyage of the Brigantine “Yankee”. Program ini disaksikan oleh lebih dari 21 juta orang, hampir 40 persen pemirsa TV di AS saat itu.
1967
Peta permukaan laut diperkenalkan ke para pembaca National Geographic. Menjadi titik dasar pengertian dari lempeng tektonik.
1968
Setelah melalui berbagai usaha, National Geographic Society akhirnya berhasil memasukkan Taman Nasional Redwood ke dalam perlindungan hukum.
1969
Neil Armstrong dan Edwin Eugene "Buzz" Aldrin, Jr. mewakili umat manusia untuk menapakkan kaki untuk pertama kalinya di Bulan. Bersama mereka, dibawa pula bendera kecil dari National Geogrpahic Society.
1970
National Geographic mempersembahkan cover majalah menggemparkan mengenai polusi di edisi Desember. Foto ini sekaligus mengawali era foto jurnalisme yang menyentak.
1971
Birute Galdikas memulai karirnya untuk mempelajari orangutan di pedalaman Kalimantan.
1972
Tim yang dipimpin Richard Leakey menemukan tengkorak yang nyaris sempurna dan disebut “1470 dari Homo rudolfensis" –salah satu penemuan menakjubkan di dekat Danau Turkana di Kenya, Afrika.
1975
World Magazine (yang kemudian berganti nama menjadi National Geographic Kids) hadir menggantikan National Geographic School Bulletin sesuai dengan publikasi untuk anak. Di akhir tahun, sirkulasinya mencapai 1,3 juta eksemplar.
1976
Foto jepretan fotografer National Geographic, George Mobley, menunjukkan pemandangan pertama dari dalam gua es di Gletser Matanuska, Alaska.
1977
Berkat bantuan dari tim fotografi National Geographic, peneliti bisa menemukan ventilasi hidrotermal pertama di retakan Galapagos, Samudra Pasifik, dan melihat ekosistem yang belum pernah disangka sebelumnya. Ekosistem pertama yang tidak bergantung total pada Matahari sebagai sumber energi.
1978
Mary Leakey, arkeolog dan antropolog dari Inggris, berhasil menemukan jejek kaki tertua dari hominid yang berusia sekitar 3,6 juta tahun.
1979
Dengan mengenakan baju bertekanan khusus, Sylvia Earle berjalan di dasar laut, sekitar 0,37 kilometer dari permukaan, di pantai Oahu, bagian kepulauan Hawaii. Saat ini dilakukan, sudah ada 12 pria yang berjalan di permukaan Bulan. Namun, Earle menjadi manusia pertama yang berjalan di dasar samudra.
1981
Rowe Findley menulis Eruption of Mount St.Helen: Mountain With a Death Wish (Erupsi Gunung St.Helen: Gunung dengan Hasrat Kematian) yang terbit pada edisi Januari. Ini menjadi salah satu artikel paling populer di sejarah National Geographic.
1982
Herculaneum, kota yang diperkirakan hilang saat Gunung Vesuvius meletus pada tahun 79, digali oleh antropolog Sara Bisel. Penemuan Bisel terhadap kerangka-kerangka manusia di kota itu mempercepat studi mengenai populasi kuno.
1983
Edisi Februari 1983 menampilkan artikel berjudul “Peoples of The Arctic” dengan imaji karya fotografer andal David Alan Harvey dan Sisse Brimberg.
1984
Mahakarya fotografi muncul dari tangan Steve McCurry melalui foto gadis pengungsi Afghanistan di kamp penampungan Pakistan. Foto itu berisi ketajaman mata hijau sang gadis yang berbalut jilbab merah. Foto ini tadinya sempat ditolak, namun Editor Foto, Bill Garrett, dengan jitu memilihnya sebagai foto cover. Menjadikannya cover paling ternama dalam sejarah majalah National Geographic.
1985
National Geographic Society meluncurkan seri televisi baru bernama National Geographic EXPLORER. Seri ini memenangi sederet Emmy Award dan menjadi dokumenter terpanjang untuk TV berbayar.
1986
Katy Payne dan Joyce Poole menemukan rahasia di balik arti komunikasi pada gajah.
1987
Annual Summer Institute membawa guru dari penjuru AS ke markas National Geographic Society untuk menjalani program pelatihan. Ini terjadi setelah Kongres AS mengukuhkan Pekan Kesadaran Geografi setiap pekan ketiga bulan November.
1988
National Geographic Society Education Foundation didirikan untuk mendukung instruksi geografi di AS.
1989
National Geographic Society menggelar kontes National Geographic Bee pertama yang dipandu oleh Alex Trebek. Kontes ini dirancang agar guru di sekolah memasukkan mata pelajaran geografi sebagai bahan ajar, memberikan awareness pada siswa, dan meningkatkan kepedulian publik mengenai isu-isu geografi.
1990
William P.E (Bill) Graves menggantikan Bill Garrett sebafai Editor di National Geographic.
1991
Haluan kapal RMS Titanic muncul dari kegelapan laut, disinari oleh kapal selam milik Rusia, Mir I, dan difoto oleh Emory Kristof.
1993
Muncul foto anak muda Comanche berpakaian Indian dalam Festival Bumi Merah di Oklahoma karya David Alan Harvey. Fotografer ini dipuji sebagai “fotografer orang", di mana dalam setiap fotonya terdapat ciri khas hasrat dan kepribadian.
1995
National Geographic lokal pertama muncul dengan edisi bahasa Jepang dan menandai ekspansinya ke bahasa lokal. Saat ini National Geographic Society memiliki 30 partner lokal, termasuk Indonesia.
1996
Nationalgeographic.com dirilis sebagai satu dari 250 ribu situs web yang ada saat itu. Hanya dalam waktu lima tahun, National Geographic memenangi Codie Award sebagai situs web terbaik.
1997
National Geographic Channel dirilis pada September. Salah satu seri produksinya yang populer adalah “Locked up Abroad”.
1998
National Geographic memproduksi film dengan format besar pertamanya, Mysteries of Egypt.
1999
Majalah National Geographic Adventure mulai diterbitkan
2000
Kerangka Sarcosuchus atau dijuluki Buaya Super seukuran 12,1 meter digali di Gurun Sahara oleh paleontolog Paul Sereno.
2001
National Geographic Channel diluncurkan di Amerika Serikat pada 12 Januari dan merupakan gabungan kerja sama antara National Geographic Television & Film dengan Fox Cable Networks
2002
Penemuan ukiran dinding Suku Maya dari tahun 100 Masehi oleh arkeolog William Saturno pada tahun 2001 diumumkan di National Geographic. Ini merupakan salah satu temuan kunci pada dunia baru arkeologi.
2003
Serial Dog Whisperer with Cesar Milan tayang perdana di National Geographic Channel (NGC). Serial ini menjadi salah satu acara berating tinggi di NGC.
2004
Michael Fay dan Peter Ragg menyelesaikan proyek "Megaflyover of Africa". Menghasilkan potret besar mengenai benua tersebut.
2005
Dua penjelajah National Geographic, Tim Samaras dan Carsten Peter, mengambil foto pertama dari dalam corong angin tornado.
2006
March of The Penguins, salah satu feature dalam National Geographic, memenangi Academy Award untuk kategori feature dokumenter.
2007
K.David Harrison dan Greg Anderson mengidentifikasi bahasa yang nyaris punah melalui peta “Languange Hotspot”
2009
Penerima bantuan dana dari National Geographic Society, Albert Yu-Min Lin, meneliti makam Ghengis Khan menggunakan non-invasif teknologi
Penjelajah National Geographic, Dereck dan Beverly Joubert mengampanyekan "Big Cats Initiative". Suatu kampanye untuk meningkatkan kesadaran mengenai keberadaan kucing besar dan penggalangan dana.
2010
Aplikasi World Atlas National Geographic untuk iPhone diunduh lebih dari satu juta kali. Pada tahun yang sama mulai dirilis edisi majalah National Geographic yang interaktif dan bisa diunduh secara online.
2011
Restrepo, film yang didistribusi National Geographic Entertainment mengenai pendaratan Angkatan Bersenjata di sebuah desa terpencil di Afganistan, dinominasikan untuk Academy Award.
2012
James Cameron, penjelajah National Geographic dan sutradara film “Titanic” memecahkan rekor menjadi manusia pertama yang menembus kedalaman laut hingga sebelas kilometer di palung terdalam di dunia, Palung Mariana.
Lihat Keterangan Foto
“
Pada 2007, fotografer Brent Stirton berhasil mengabadikan gorila jantan yang tewas dan diangkut warga desa di sekitar Taman Nasional Virunga, Republik Demokratik Kongo. Foto tersebut menimbulkan entakan global mengenai isu yang berkembang di Taman Nasional tersebut.
Rusia. Sebuah hulahoop berwarna-warni berputar di sekitar Svetlana Pavlova, seorang penari dalam rombongan sirkus keliling dengan para penampil bertubuh-pendek yang menyebut diri mereka Light of the Little Stars.
Di pantai utara [Portugal], di beberapa daerah kecil dengan nama Apulia dan Ver-O-Mar, demikian keterangan foto dari tahun 1950-an ini, para penduduknya menyibukkan diri dengan mengumpulkan ganggang sargassum dan berbagai rumput laut dengan jala besar. Pemanenan dilakukan di dekat pantai, karena laut yang bergolak membawa rumput laut dalam jumlah besar.Sekarang ini sebagian besar rumput laut dikumpulkan untuk konsumsi manusia, bukan untuk...
Fotografer Ule, sapaan akrab Aulia Erlangga, melawat ke pasar malam Sekaten di Yogyakarta beberapa hari jelang upacara Grebeg Maulud. Pasar malam seperti ini menjadi ajang bergengsi bagi perusahaan komidi keliling. Sebuah atraksi maut roda-roda gila dari perusahaan komidi yang kerap berpentas di pasar malam ini telah diabadikannya. Suara motor yang meraung-raung di dalamnya sungguh membuat telinga menjadi pekak, ungkapnya. Mahandis Y. Thamrin...